Windows 10 S, Sistem Operasi Pesaing Chrome OS

oleh
oleh

Selain memperkenalkan produk Surface teranyar mereka, Microsoft juga telah memperkenalkan sistem operasi anyar yang mereka sebut sebagai Windows 10 S.

Sekilas, tampilan sistem operasi ini sangat mirip dengan Windows 10 biasa, namun ada hal krusial yang membedakan platform ini, yakni hanya bisa menjalankan dan mengakses aplikasi dari Windows Store, sehingga pengguna tidak bisa menginstal aplikasi diluar sumber tersebut.

Sistem operasi yang secara resmi diperkenalkan pada sebuah ajang yang diadakan di New York itu diklaim lebih memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi lantaran hanya bisa menjalankan aplikasi yang benar-benar sudah terverifikasi oleh tim Microsoft yang bisa diakses melalui halaman Microsoft Store tadi.

Selain itu, sistem operasin ini juga disebut-sebut lebih ringan dan hemat sumber daya sehingga bisa dijalankan pada perangkat laptop atau tablet yang memiliki spesifikasi terbatas. Kendati demikian sistem operasi ini juga mampu dipadukan dengan aksesoris tambahan lain seperti layaknya Windows 10 biasa.

Seperti yang kami rangkum melalui laman The Verge, Pihak Microsoft berencana untuk merilis sistem operasi Windows 10 S ini pada musim panas mendatang waktu Amerika dengan banderol harga $189.

Belum ada keterangan pasti apa kepajangan dari huruf S yang disematkan pada versi ini, sejumlah sumber mengatakan bahwa itu merupakan kependekan dari ‘streamline’ atau ada juga yang menyebutkan bahwa huruf S itu merupakan kependekan dari ‘student’ karena OS ini lebih ditujukan bagi para pelajar.

Pihak Microsoft juga telah memberikan penawaran Windows 10 S gratis bagi sekolah yang sudah menggunakan Windows 10 Pro, sementara itu semua perangkat yang nantinya dijual dengan OS ini akan dijejali dengan perangkat lunak Minecraft:Education Edition.

Jika menilik dari fitur yang diberikannya, Windows versi ‘ringkas’ ini sangat mirip dengan Chrome OS yang dibesut oleh Google, sama seperti Chrome OS pada perangkat Chromebook, semua aplikasi dan layanan bisa diakses melalui layanan cloud, sehingga penggunanya akan membutuhkan akses Internet untuk menjalankan sejumlah aplikasi.

News and Photo via TheVerge