Subang, JPMN – Persoalan sampah di Kabupaten Subang kian memprihatinkan. Tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalitri telah menimbulkan bau busuk dan mengundang belatung, memaksa warga sekitar hidup dalam kondisi yang tidak sehat. Kondisi ini membuat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Subang geram dan menuntut pencopotan pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang karena dinilai gagal total dalam menjalankan tugasnya.
Menurut Ketua PC IMM Kabupaten Subang, Iqbal Maulana, masalah sampah ini bukan lagi isu musiman, melainkan persoalan laten yang terus berulang setiap tahun. Minimnya armada pengangkut sampah menjadi salah satu penyebab utama. Saat ini, Subang hanya memiliki 26 unit armada, jauh di bawah kebutuhan minimal 80 unit.
”Kalau sampah saja tidak bisa diurai, maka yang harus diurai adalah pejabat DLH itu sendiri,” tegas Iqbal. “Copot pejabat DLH Kabupaten Subang yang gagal bekerja, karena rakyat tidak bisa terus dijadikan korban dari birokrasi yang lalai dan tidak becus” Imbuhnya.
IMM Subang menilai, langkah-langkah yang selama ini diambil DLH hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar permasalahan. Mereka mendesak agar pemerintah melakukan reformasi total dalam sistem pengelolaan sampah, mulai dari penambahan armada, perbaikan infrastruktur, optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hingga edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, IMM Subang juga menyoroti transparansi anggaran DLH. Mereka mempertanyakan ke mana anggaran lingkungan hidup yang setiap tahun dialokasikan, sementara kondisi di lapangan tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Sebagai bentuk keseriusan, IMM Subang mengajukan empat tuntutan utama:
- Copot pejabat DLH Kabupaten Subang yang terbukti gagal mengatasi persoalan sampah.
- Tambah armada pengangkut sampah sesuai kebutuhan minimal.
- Lakukan reformasi menyeluruh dalam manajemen persampahan.
- Buka secara transparan seluruh penggunaan anggaran DLH kepada publik.
IMM Subang menegaskan bahwa jika tuntutan ini tidak diindahkan, mereka tidak akan ragu untuk turun ke jalan dan menggelar aksi besar-besaran. Mereka berjanji akan terus berjuang hingga tuntutan rakyat terpenuhi.
”Bagi IMM Subang, persoalan ini bukan sekadar tentang sampah, melainkan tentang harga diri rakyat Subang, hak atas lingkungan yang sehat, dan kewajiban pemerintah untuk hadir nyata bagi masyarakat,” pungkas Iqbal.[Rdo]












