BANDUNG, JPMN – Pemerintah mengumumkan rencana pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang siap dimulai pada tahun 2025. Proyek ini akan memiliki panjang jalur sepanjang 21 kilometer dan akan menghubungkan beberapa wilayah strategis di Bandung Raya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Irjen Pol Risyapudin, menyatakan bahwa BRT Bandung Raya akan terintegrasi dengan beberapa moda transportasi lainnya seperti Stasiun Kereta Cepat Padalarang, Stasiun Kereta Api Cimahi, Terminal Tipe A Leuwipanjang, dan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar. Integrasi ini diharapkan dapat memudahkan perpindahan penumpang antar moda transportasi serta mengurangi kemacetan dan polusi udara di wilayah Bandung Raya.
Risyapudin menjelaskan bahwa desain bus BRT Bandung Raya ini akan mengedepankan aspek ramah lingkungan. “Nantinya sistem angkutan cepat berbasis bus ini akan ramah lingkungan dan menggunakan energi rendah karbon. Waktu tempuhnya akan lebih cepat dengan jalur khusus serta adanya kepastian jadwal,” ungkapnya.
Sebagai informasi, terdapat 20 rute BRT Bandung Raya yang akan menghubungkan lima daerah yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Berikut adalah beberapa rute yang telah diumumkan:
- Kebon Kalapa – Cibiru pp (pulang pergi)
- Kebon Kalapa – Ledeng pp
- Leuwipanjang – Dago pp
- Leuwipanjang – Dago (via Dipatiukur) pp
- Elang – Riau pp
- Padjajaran – Antapani pp
- Cibaduyut – Alun-alun Bandung pp
- Stasiun Padalarang – Alun-alun Bandung pp
- Stasiun Cimahi – Cicaheum pp
- Ledeng – Terminal Antapani pp
- Leuwipanjang – Tegalluar pp
- Stasiun Hall Bandung – Tegalluar pp
- Leuwipanjang – Soreang pp
- Leuwipanjang – Jatinangor pp
- Baleendah – Leuwipanjang pp
- BEC – Baleendah pp
- Sarijadi – Antapani pp
- Lembang – Ledeng (Ext) pp
- Kota Baru Parahyangan – Stasiun Padalarang pp
- Baleendah – Banjaran (Ext) pp
Dengan adanya BRT Bandung Raya, diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah transportasi di Bandung Raya. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan dan energi rendah karbon.












