BANDUNG, JPMN – Terminal Bus Tipe A Cicaheum, Kota Bandung, akan ditutup untuk tidak lagi melayani naik turun penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai tahun 2025.
Penutupan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, A. Koswara, sebagai bagian dari rencana menjadikan Terminal Cicaheum sebagai Depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Langkah ini merupakan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memperbaiki sistem transportasi umum di wilayah Bandung Raya.
Koswara menyatakan bahwa selain Terminal Cicaheum, terdapat beberapa lokasi lain yang akan dijadikan depo dan terminal untuk angkutan massal. “Selain Terminal Cicaheum ada beberapa lagi lokasi yang dijadikan depo dan terminal untuk angkutan massal,” ujar Koswara saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Selasa 23 Juli 2024.
Ketika BRT Bandung Raya resmi beroperasi, Terminal Cicaheum akan tetap berfungsi namun khusus untuk layanan angkutan dalam kota. Sementara itu, layanan bus AKAP akan dipindahkan ke Terminal Bus Tipe A Leuwipanjang, Kota Bandung. “Jadi tetap untuk bus, cuma nanti hanya untuk angkutan perkotaan. Untuk angkutan antar kota dipindah ke Leuwipanjang,” ungkap Koswara.
Kepala Terminal Bus Cicaheum, Roni Hermanto, membenarkan bahwa akan ada perubahan fungsi terminal yang menjadi salah satu ikon sinetron “Preman Pensiun” itu menjadi Depo BRT Bandung Raya. Namun, Roni belum bisa memastikan kapan rencana tersebut akan terealisasi.
“Informasi (penutupan) itu memang benar, tetapi teknisnya seperti apa, saya kurang paham. Itu kewenangan Kementerian dan Dishub Provinsi,” tuturnya di Bandung, seperti yang dikutp dari laman PRFMNews.
Dengan adanya perubahan ini, diharapkan sistem transportasi di Bandung Raya dapat lebih terintegrasi dan efisien, memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.










