Tata Cara dan Doa Menyambut Kelahiran Seorang Anak Menurut Islam

oleh
oleh

Pendahuluan

Artikel, JPMN – Kelahiran seorang anak adalah momen yang penuh dengan kebahagiaan dan keberkahan dalam kehidupan sebuah keluarga. Dalam Islam, kelahiran seorang anak tidak hanya dipandang sebagai anugerah dari Allah SWT, tetapi juga merupakan tanggung jawab besar yang diemban oleh orang tua. Oleh karena itu, Islam mengajarkan beberapa tata cara dan doa yang dianjurkan untuk dilakukan ketika menyambut kelahiran seorang anak. Amalan-amalan ini bertujuan untuk memohon keberkahan, kesehatan, dan perlindungan bagi bayi yang baru lahir serta keluarga yang menyambutnya.

Tata Cara Menyambut Kelahiran Anak

  1. Mengumandangkan Adzan dan Iqamah
    Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan ketika bayi lahir adalah mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kirinya. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dikaruniai seorang anak, maka hendaklah ia mengumandangkan adzan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya. Dengan demikian, setan tidak akan mendekati anak tersebut.” (HR. Ahmad). Adzan dan iqamah ini diucapkan sebagai simbol bahwa kalimat pertama yang didengar oleh bayi adalah kalimat tauhid, dan untuk melindungi bayi dari gangguan setan.
  2. Membaca Doa Perlindungan
    Setelah mengumandangkan adzan dan iqamah, orang tua dianjurkan untuk membaca doa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar bayi terhindar dari segala bahaya, gangguan setan, serta diberi kesehatan dan keberkahan. “U’idzuka bikalimaatillahit tammati min kulli syaithaanin wa hammatin wa min kulli ‘ainin laammah.”
    Artinya: “Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, dan dari setiap binatang yang berbahaya, serta dari setiap mata yang jahat.” (HR. Abu Dawud).
  3. Melaksanakan Aqiqah
    Aqiqah adalah sunnah muakkadah yang dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Aqiqah dilakukan dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Dalam pelaksanaannya, daging hewan aqiqah dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan fakir miskin. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Tirmidzi).
  4. Mencukur Rambut Bayi
    Pada hari ketujuh setelah kelahiran, disunnahkan untuk mencukur rambut bayi secara menyeluruh. Setelah itu, rambut yang dicukur ditimbang dan nilainya disedekahkan dalam bentuk emas atau perak kepada fakir miskin. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan simbol membersihkan bayi dari hal-hal yang tidak baik.
  5. Memberi Nama yang Baik
    Islam sangat menganjurkan untuk memberikan nama yang baik kepada anak, karena nama adalah doa dan identitas yang akan melekat seumur hidup. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perbaikilah nama-nama kalian.” (HR. Abu Dawud). Nama yang baik adalah nama yang memiliki arti positif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Nama-nama yang diambil dari nama-nama nabi, sahabat, atau sifat-sifat Allah (dengan penambahan ‘Abd di depannya) sangat dianjurkan.
  6. Membaca Tahnik
    Tahnik adalah sunnah yang dilakukan dengan mengoleskan sedikit kurma yang sudah dikunyah ke langit-langit mulut bayi. Jika kurma tidak tersedia, bisa digunakan madu atau makanan manis lainnya. Tahnik dilakukan oleh orang tua atau orang yang dianggap sholeh. Amalan ini bertujuan untuk memperkuat fisik bayi dan memohon keberkahan baginya. Rasulullah SAW pernah melakukan tahnik kepada bayi Abdullah bin Zubair dan mendoakannya dengan keberkahan. “Kemudian Rasulullah SAW memohonkan keberkahan untuknya, dan beliau adalah bayi pertama yang lahir dalam Islam (di Madinah).” (HR. Bukhari).

Doa-Doa untuk Kelahiran Anak

Berikut ini adalah beberapa doa yang bisa dibaca saat menyambut kelahiran seorang anak:

  1. Doa Syukur atas Kelahiran Anak:
    “Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat.”
    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih menjadi sempurna.”
  2. Doa untuk Anak yang Baru Lahir:
    “Allahumma inni usammihi fulan (sebut nama anak), faj’alhu barokan fil khaalati wal ‘aqibati.”
    Artinya: “Ya Allah, aku menamainya (sebut nama anak), maka jadikanlah ia penuh keberkahan dalam segala urusan dan masa depannya.”
  3. Doa Memohon Keberkahan untuk Anak:
    “Allahumma barik fihi wa a’dzihi minasy syaithanir rajiim.”
    Artinya: “Ya Allah, berkahilah dia dan lindungilah dia dari setan yang terkutuk.”
  4. Doa untuk Perlindungan Anak dari Gangguan Setan:
    “A’udzu bikalimaatillahit tammati min syarri maa khalaq.”
    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala kejahatan yang Dia ciptakan.”

Kesimpulan

Menyambut kelahiran seorang anak adalah momen penuh berkah dan kebahagiaan. Islam mengajarkan berbagai tata cara dan doa untuk memastikan bahwa kelahiran ini disambut dengan syukur, doa, dan amalan yang diridhai Allah SWT. Melalui adzan, aqiqah, mencukur rambut, memberi nama yang baik, dan melaksanakan tahnik, orang tua menunjukkan rasa syukur mereka atas karunia anak yang diberikan oleh Allah. Dengan doa-doa yang dibacakan, orang tua memohon agar anak yang lahir menjadi anak yang sholeh/sholehah, sehat, dan selalu berada dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT.