Subang, JPOL – Matahari mulai masuk ke peraduan, bintang seperti enggan menampakan diri dan bersembunyi di awan hitam yang berarak-arak di langit, saat para pegawai dari bagian sosial Provinsi Jawa Barat, Bersama dengan pegawai dari bagian sosial Kabupaten Subang dan staf LPTQ Jawa Barat dan LPTQ Kabupaten Subang, menata panggung di halaman Pemkab Subang, Kamis malam (4/9/2020).
Mereka tengah mempersiapkan agenda pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-36 tingkat Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Kabupaten Subang. Sebuah pertanyaan bergulir, ditengah persiapan pembukaan tersebut, bisakah tetap berprestasi tinggi di ajang MTQ yang diselenggarakan dalam situasi pandemi seperti sekarang?
Sebuah pertanyaan sekaligus tantangan terbesar yang dihadapi oleh seluruh kafilah kabupaten/ kota yang akan ikut berkiprah dalam perhelatan MTQ ke-36 tingkat Provinsi Jawa Barat di Subang, yang akan dilaksanakan sejak tanggal 3 sampai dengan 11 September 2020.
Menurut Ketua Umum LPTQ Jawa Barat, Dr. Hj. Dewi Sartika, yang juga adalah Asisten 1 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat pertanyaan dan tantangan tersebut wajar mengemuka ketika gelaran MTQ tahun ini diselenggarakan di tengah-tengah ancaman sebaran wabah corona yang belum sepenuhnya bisa dikendalikan.
“Memelihara optimisme untuk tetap berprestasi di tengah kawaspadaan terhadap penyebaran virus corona menjadi hal yang harus benar-benar dimiliki oleh setiap kafilah,”ujar Dewi, menyatakan rasa optimismenya.
Angin mulai terasa dingin di kulit, perbincangan dengan Asisten 1 Pemda Provinsi Jawa Barat semakin menarik, dia mengatakan, situasi pandemi ini tidak boleh membuat kita menjadi surut untuk meraih prestasi.
“Justru ini adalah tantangan besar bagi seluruh kafilah MTQ Jawa Barat untuk tetap menunjukkan prestasi di tengah situasi yang paling sulit sekalipun. Dalam situasi pandemic seperti sekarang ini, semangat yang harus kita gelorakan adalah Jabar Juara, MTQ Juara,” tegasnya.
Menurut Dewi Sartika, perhelatan MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat ke-36 di Kabupaten Subang kali ini memang benar-benar terasa berbeda dari yang sudah-sudah. Situasi pandemi COVID-19 yang masih menghantui membuat gelaran MTQ kali ini terasa istimewa dan luar biasa.
“Yakni, suatu situasi dimana MTQ diselenggarakan dalam keadaan yang benar-benar dihantui kekhawatiran oleh ancaman yang tak kelihatan. Dengan adaptasi kebiasaan baru, MTQ tetap dilaksanakan dengan antuasisme tinggi denganberpegang pada protokol kesehatan secara ketat,” tambahnya.
Dalam situasi demikian, Dewi menambahkan, Hal yang dituntut dari seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ kali ini adalah ketaatan tanpa kompromi pada protokol kesehatan.
“ Seluruh kafilah, serta semua orang yang terlibat dalam MTQ wajib hukumnya menempatkan keselamatan dan kesehatan bersama sebagai aturan tertinggi,”tegasnya.
Sekalipun MTQ kali ini di dilaksanakan di tengah ancaman pandemic, Dewi Sartika berharap agar para kontestan yang berlomba di ajang MTQ ini tidak melupakan untuk tetap semangat meraih prestasi setinggi-tingginya.
“Saya berharap, sekalipun dirundung ancaman COVID-19, MTQ kali ini akan memunculan para juara dengan kualitas mumpuni, yang akan membawa nama baik Jawa Barat di level Nasional. Sekaligus bibit-bibit hebat yang akan ikut bersama mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi,” harap Dewi.
Para pekerja terus menata panggung, dan menata kursi yang jumlahnya tidak lebih dari 80 buah, mereka berpacu dengan waktu, karena perhelatan pembukaan MTQ ke-36 rencananya akan dilaksanakan pada Jum’at malam, dan akan hadir langsung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum.
Penulis: @agusekoms












