Artikel, JPMN – Sin Nio, yang dikenal sebagai “The Sinyo” dan dijuluki sebagai “Mulan-nya Indonesia,” adalah sosok perempuan pejuang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia tercatat sebagai satu-satunya tentara wanita di Kompi 1, Batalyon 4, Resimen 18. Keberanian Sin Nio sungguh luar biasa, mengingat ia berjuang di medan pertempuran hanya bersenjatakan golok, tombak, atau bahkan bambu runcing pada awalnya.
Senjata api pertama yang dimilikinya, yaitu Lee-Enfield (LE), adalah hasil rampasan dari pasukan Belanda, memperlihatkan keberaniannya dalam menghadapi musuh.
Awalnya, Sin Nio bertugas di bagian logistik, membantu menyediakan makanan bagi para prajurit. Namun, keinginan besarnya untuk ikut langsung berperang melawan penjajah Belanda membuatnya mengambil langkah berani.
Dia memotong rambutnya dan mengubah penampilannya seperti prajurit laki-laki, menunjukkan semangat juangnya yang tak terbendung.
Cerita Sin Nio ini mengingatkan kita pada karakter pejuang legendaris seperti Mulan, yang juga menyamarkan dirinya sebagai pria untuk bergabung dalam perang. Dengan keberanian dan tekadnya, Sin Nio menjadi simbol kekuatan perempuan dalam perjuangan Indonesia.










