Serangan Udara Israel Kembali Hantam Gaza, Belasan Warga Tewas

oleh
oleh

Artikel, JPMN – Serangan udara Israel kembali menghantam wilayah Gaza, kali ini menargetkan sebuah sekolah di Gaza Tengah, yang berfungsi sebagai tempat penampungan pengungsi. Akibat dari serangan tersebut, setidaknya 18 orang tewas. Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang semakin parah antara Israel dan Hamas, yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

Dampak Serangan di Gaza

Serangan udara ini menghantam sekolah Al-Jawni yang sebelumnya sudah beberapa kali diserang. Sekolah ini dihuni oleh sekitar 5.000 pengungsi yang berusaha mencari perlindungan. Israel mengklaim bahwa serangan ini menargetkan militan Hamas yang menggunakan sekolah sebagai pusat komando dan kontrol. Namun, pihak Hamas menyangkal tuduhan tersebut, sementara korban yang jatuh sebagian besar merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Krisis Kemanusiaan yang Memburuk

Sejak serangan besar Hamas ke Israel pada Oktober, Israel melakukan balasan militer besar-besaran dengan meluncurkan Operasi Pedang Besi. Operasi ini mencakup serangan udara intensif dan pengepungan total terhadap Gaza. Akses pasokan air, listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan diputus, membuat situasi kemanusiaan semakin mengkhawatirkan. Hingga kini, lebih dari 39.000 warga Palestina tewas akibat serangan Israel, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.

Reaksi Internasional

Komunitas internasional terus mendesak agar kekerasan dihentikan, terutama terkait serangan yang menargetkan warga sipil dan fasilitas publik seperti sekolah. PBB dan berbagai negara telah meminta Israel untuk mematuhi hukum internasional dan memberikan perlindungan kepada warga sipil di zona konflik. Namun, hingga kini, konflik terus berlangsung tanpa tanda-tanda mereda.

Serangan ini menambah panjang daftar korban dari konflik Israel-Hamas yang semakin kompleks dan mematikan. Dengan situasi kemanusiaan yang memburuk, penting bagi komunitas internasional untuk terus mendesak adanya gencatan senjata dan memberikan bantuan kepada korban yang terjebak dalam konflik ini.