Sejumlah Layanan Google Down, Ini Kabar Terkininya

oleh
oleh
Google
Google

JPOL – Sejumlah layanan Google, baik mesin pencarian dan YouTube dilaporkan mengalami down pada Senin malam (14/12/2020).

Dari pantauan Suara.com, menurut laporan Downdetector, Selasa (15/12/2020), sebanyak sembilan persen pengguna Google mengalami kendala saat melakukan pencarian dan 90 persen pengguna bermasalah saat log in ke akun Google.

Tak hanya itu, dalam pantauan peta Downdetector, beberapa kota di dunia hingga saat ini masih terkena imbasnya. Google down masih terdeteksi di Melbourne, Sydney, Adelaide, Brisbane, Auckland, Jakarta, Kota Kinabalu, Alor Setar, Hong Kong, Quezon City, Seoul, Osaka, Tokyo, dan Vancouver.

Sementara itu, wilayah Amerika Selatan juga masih terkena dampak Google down, mencakup wilayah Seattle, San Francisco, Los Angeles, Denver, Dallas, Houston, Atlanta, Chicago, Washington, New York, dan Philadelphia.

Beberapa wilayah di negara Brasil, Peru, Spanyol, Italia, Prancis, Polandia, Jerman, dan Inggris pun masih terdeteksi mengalami down.

Sedangkan, pengguna YouTube juga mengeluh tidak bisa log in ke akun dan sebanyak 44 persen pengguna melaporkan masalah pada saat menonton video.

Jika dilihat dari Downdetector, beberapa titik seperti Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Singapura, Quezon City, Seoul, Tokyo, Osaka, dan Fukuoka masih terkena imbas YouTube down hingga saat ini.

Negara-negara lainnya yang juga masih terdampak mencakup Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman, Belanda, Brazil, dan beberapa wilayah di Amerika Serikat.

Selain itu, dari pantauan kami seperti yang dilansir dari laman suara.com hingga berita diturunkan, tagar YouTubeDOWN masih merajai trending topic di Twitter dengan lebih dari 184 ribu cuitan.

Sementara Google klaim telah memulihkan semua layanan dalam waktu satu jam setelah pemadaman. Pada saat itu, Google dan YouTube Down sempat menjadi trending di berbagai media sosial.

Seorang juru bicara Google mengaitkan pemadaman “sekitar 45 menit” dengan “masalah kuota penyimpanan internal”.

“Layanan yang mengharuskan pengguna untuk masuk mengalami tingkat kesalahan yang tinggi selama periode ini. Semua layanan sekarang telah dipulihkan. Pihak Google meminta maaf kepada semua orang yang terkena dampak dan menjanjikan tinjauan tindak lanjut yang menyeluruh untuk memastikan masalah ini tidak terulang di masa mendatang,” ujar pernyataan Google dilansir laman Indianexpress, Selasa (15/12/2020).

Google pertama kali mengetahui bahwa ada masalah terkait Gmail, dan untuk beberapa waktu, halaman status menunjukkan warna merah untuk sebagian besar layanan.

“Kami menyadari masalah dengan Gmail yang memengaruhi sebagian besar pengguna. Pengguna yang terpengaruh tidak dapat mengakses Gmail. Kami akan memberikan pembaruan sebelum 12/14/20, 17:42 yang merinci kapan kami berharap untuk menyelesaikan masalah. Harap diperhatikan bahwa waktu penyelesaian ini adalah perkiraan dan dapat berubah,” kata pembaruan di dasbor Status Ruang Kerja Google, yang diposting pada pukul 5.25 sore IST.

Pada pukul 6.22 siang, Google telah memperbarui bahwa masalah dengan Gmail harus diselesaikan untuk sebagian besar pengguna yang terpengaruh. Saat itu sebagian besar layanan Google lainnya juga kembali online.

Awalnya dikatakan, keandalan sistem adalah prioritas utama di Google, dan pihak Google terus melakukan perbaikan untuk membuat sistem lebih baik.

Ini sangat penting, karena di seluruh dunia, bisnis dan layanan penting lainnya menggunakan produk Google gratis dan berbayar karena sejumlah alasan.

Pemadaman satu jam di tengah hari kerja tidak akan turun dengan baik, terutama dengan pengguna berbayar.

Dengan skala layanan dan jangkauan Google, hanya Gmail dan YouTube yang memiliki lebih dari 3,5 miliar pengguna global, kini semakin jarang terjadi pemadaman yang memengaruhi semua layanan dan pengguna.

Ini karena pengguna, bahkan dari satu geografi, dihosting melalui beberapa server di seluruh dunia. Dan bahkan di server ini, ada cadangan yang diaktifkan dengan cepat jika terjadi kesalahan.

Namun, pemadaman hari Senin tidak benar-benar terlokalisasi dan termasuk di antara yang lebih besar yang dialami belakangan ini.