Mendengar nama Ericsson, mungkin sebagian dari Anda akan langsung teringat pada produsen elektronik yang sering memproduksi ponsel, perusahaan yang memiliki markas bersar di Stockholm itu memang telah menghasilkan berbagai macam produk telekomunikasi, salah satunya adalah ponsel.
Namun, tahukah anda bahwa Ericsson, sebelum bekerjasama dengan Sony, mereka juga pernah membuat perangkat ‘communicator’ yang sekilas mirip dengan perangkat Pocket PC buatan Compaq, namun berbeda dengan perangkat Pocket PC yang berjalan dengan sistem operasi Windows Mobile, perangkat Ericsson yang diberi nama Ericsson Pamela ini berjalan dengan sistem operasi EPOC (versi awal dari sistem operasi Symbian) dan sudah meng-implementasikan antarmuka layar sentuh dengan walaupun dengan menggunakan pena stylush.

Ericsson Pamela pertama kali diumumkan pada perhelatan CeBIT di Hanover Jerman pada bulan February tahun 2000 yang kala itu dihadirkan sebagai perangkat prototype, idenya ialah bahwa pihak Ericsson ingin menyediakan perangkat komunikasi serba bisa dalam satu perangkat yang mengkombinasikan kemampuan telepon, mobile Internet, pengirim pesan, GPS, pengelolaan jadwal pribadi, pemutar musik dan catatan elektronik.
Tidak hanya membuat satu jenis perangkat, namun perusahaan ini juga telah menelurkan perangkat serupa lainnya yang bernama ‘Diana’ atau disebut juga sebagai Ericsson Diana, memiliki desain dan kemampuan yang kurang lebih sama, namun sayang entah kenapa kedua perangkat ini tidak beredar dipasaran secara luas.
Pasar Indonesia hanya mengenal produk ponsel Sony Ericsson P800 yang memiliki ukuran lebih mungil, setelah sebelumnya juga hadir ponsel Ericsson R380s yang merupakan ponsel pintar pertama besutan Ericsson yang juga berjalan dengan sistem operasi EPOC.

Dari kiri ke kanan: Ericsson R380s, Ericsson Pamela, Ericsson Diana, Sony Ericsson P800 (foto: Esato)
via Ericssoner










