Pusat Gempa Di Malang, Getaran Terasa Sampai Jogja & Jawa Tengah

oleh
oleh

Malang – Peristiwa gempa bumi menguncang di salah satu wilayah Indonesia pada Rabu 16 November 2016. Dan gempa yang terjadi tengah malam ini berpusat di 127 km sebelah tenggara Kab. Malang Jawang Timur dengan kekuatan 6.2 SR seperti yang di rilis BMKG. Gempa yang cukup terasa getarannya ini terjadi sekitar puku; 22.10.11 WIB saat sebagian warga mungkin sudah terlelap.

Meski berpusat di Malang Jawa Timur , namun getaran gempa ini terasa sangat kuat di beberapa wilayah di pulau jawa. Bahkan di sampai Klaten , Jawa Tengah pun getaran masih sangat terasa kencang dan cukup mengejutkan . Hal ini seperti yang di alami penulis sendiri saat sedang online di depan laptop yang kemudian secara spontan membangunkan seluruh keluarga dan mengajak sesaat keluar rumah untuk melihat situasi dan kondisi.

Dan di harapkan saja untuk Gempa yang berlangsung pada Rabu 16 November 2016 yang berpusat di Malang Jawa Timur ini tidak berpotensi terjadinya tsunami dan hal hal lainnya yang tak di inginkan seperti kerusakan dan korban jiwa. Seperti di ketahui akhir akhir ini dengan cuaca yang cukup extrem di beberapa wilayah Indonesia di guncang gempa.

Gempa bumi yang berpusat di tenggara wilayah Kabupaten Malang, Rabu (16/11/2016) malam, mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, salah satu rumah yang rusak adalan milik Subur di RT27, RW 07 Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung.

“Teras rumahnya ambruk saat gempa terjadi,” terang Lutfi. Namun saat dikonfirmasi, sebelum gempa memang ada retakan.”Jadi awalnya sudah retak, terus kena gempa langsung ambruk,” tambahnya. Rumah lainnya yang rusak berada di Desa Taman Kuncaran, Kecamatan Tirtoyudo. Rumah milik Sutimah, di RT 10, RW 4. Laporan yabg diterima Lutfi, rumah tersebut memang sudah tua. Dalam kejadian ini satu orang luka ringan.

“Kami masih cek di Polindes setempat, ringannya seperti apa,” ujar Lutfi. Saat ini BPBD masih mengumpulkan data kerusakan maupun korban luka. “Untuk tidakdak ada korban jiwa. Tapi kami masih mendata by name by address,” pungkas Lutfi. (berbagai sumber)