BANDUNG, JPMN – Pungutan liar (pungli) terutama dalam hal tarif parkir di sekitar kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, tengah menjadi perbincangan hangat setelah pengakuan seorang warga viral di media sosial tentang tarif yang tidak wajar.
Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, ikut menyuarakan keprihatinannya terhadap pengelolaan masjid Al Jabbar yang selalu ramai dikunjungi sejak pertama kali diresmikan. Tedy mengungkapkan bahwa pengelolaan parkir di Kota Bandung sudah menjadi perhatian pihaknya sejak lama sebelum kasus di Masjid Al Jabbar mencuat.
“Kita tentu sangat memprihatinkan dan kita menilai sudah sampai ke puncaknya dan sudah sampai ke tahap yang mengkhawatirkan,” ujar Tedy dalam wawancara di Radio PRFM 107,5 News Channel pada Selasa, 16 April 2024.
Dalam konteks ini, Tedy berharap bahwa keluhan terkait parkir di Masjid Al Jabbar yang viral kemarin dapat menjadi momentum untuk meningkatkan tata kelola parkir di Kota Bandung, terutama di area pusat keramaian.
“Karena menyangkut kota Bandung sebagai kota wisata, sehingga perlu menjaga citra positif,” tambahnya. Selain itu, pembenahan sistem parkir di Kota Bandung juga harus menjadi bagian dari layanan publik agar warga mendapatkan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari.
Tedy juga mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus untuk menangani masalah parkir liar dan pungli. “Karena sudah ada di tingkat yang meresahkan, maka kita akan mendorong agar dibentuk segera Satgas terkait parkir liar maupun pungli karena hal ini melibatkan beberapa pihak,” tandasnya.
Diharapkan penanganan terhadap parkir liar ini dapat dilakukan secara menyeluruh oleh semua pihak. Tedy mengapresiasi laporan-laporan positif dari masyarakat terkait parkir liar di Kota Bandung.
Harapannya, dengan adanya banyak laporan tersebut, penanganan parkir liar di Kota Bandung dapat semakin baik. “Jadi, harus ada gerak cepat dari pemerintah kota Bandung bersama dengan stakeholder lainnya,” tegasnya.
Dalam upaya untuk mengatasi pungutan liar dan perbaikan tata kelola parkir di Kota Bandung, Tedy menegaskan bahwa partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat, sangatlah penting. Hanya dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat, masalah ini dapat diatasi secara efektif demi kenyamanan dan keamanan bersama.










