Proyek Bendungan Sadawarna Subang Tetap Jalan, BBWS Citarum Siapkan Tempat Isoman Pegawai

oleh
oleh

JPOL – Penyebaran Covid-19 saat ini semakin meluas termasuk pada lingkungan proyek pembangunan Bendungan Sadawarna, Subang, Jawa Barat.

Meski demikian, tidak mengganggu kecepatan kinerja pembangunan proyek yang ditargetkan capai 75 persen hingga akhir tahun ini.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS Citarum) Anang Muchlis menuturkan, sesuai dengan instruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), meski kondisi pandemi pihaknya tetap menjunjung tinggi produktivitas.

Namun tetap mengedepankan protokol kesehatan juga.

“Tapi memang ada pekerja-pekerja di sini yang terpapar, kita tetap tangani dengan menyiapkan tempat isolasi mandiri yang tidak jauh dari lokasi. Tempat isoman tersebut untuk pegawai dan juga keluarga mereka yang terpapar. Kita tangani hingga mereka sembuh dan bisa bekerja kembali,” ujar Anang ditemui di proyek Sadawarna, Subang, Selasa, 3 Agustus 2021.

Menurut dia, hingga awal Agustus ini tinggal satu orang pekerja yang saat ini masih dalam proses pemulihan setelah terpapar Covid-19. Dalam beberapa hari kedepan, pekerja tersebut dapat kembali ke lapangan.

“Kalau ada yang reaktif ada tempat isoman alhamdulillah tersisa satu dan sudah membaik dalam waktu dekat bisa kembali kerja,” ujar dia.

Diakui dia, selama para pekerja tersebut isoman pihaknya tidak mengandalkan tambahan pekerja karena dikhawatirkan ada penambahan kasus.

“Orang keluar masuk justru tidak aman karena tidak terpantau, kalau pekerja yang dari awal berkegiatan di sini dapat terpantau,” ucap dia.

Anang menambahkan, untuk mengatasi Covid dan mendukung pemerintah mencapai herd immunity pihaknya telah menggelar vaksinasi untuk pekerja PUPR di Jabar.

“Sudah sebagian besar vaksin dosis satu dan dua. Kami sendiri, BBWS Citarum ditunjuk kementerian PUPR sebagai koordinator vaksinasi pegawai PUPR di Jabar jadi BBWS Citarum jadi koordinator balai-balai yang ada di Jabar, ” kata dia.

“Jadi selain kami menyiapkan fasilitas isoman bagi pegawai nan keluarganya, kami juga laksanakan vaksinasi bagi pegawai PUPR di Jabar,” ucap Anang.

Lainnya, kegiatan yang dilakukan proyek dalam pencegahan Covid-19 yaitu pemberian vitamin 2 hari sekali. Swab antigen dilakukan seminggu sekali untuk karyawan KSO.

Swab antigen dilakukan 3 hari sekali untuk konsultan dan karyawan lapangan. Melakukan swab PCR semua pekerja. Penyemprotan disinfektan seminggu sekali. Screening kesehatan pekerja di atas 50 tahun. Pemasangan tempat cuci tangan di setiap area kerja.

Dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan selama wabah pandemi Covid-19.

Hal itu untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya. Kegiatan pembangunan yang berlanjut pun diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional dalam tatanan baru (New Normal).

Sumber: Pikiran-Rakyat.com