Artikel, JPMN – Pondok Pesantren Al-Hamidiyah di Depok menjadi salah satu pesantren terkemuka yang dikenal karena perpaduan antara budaya Nahdlatul Ulama (NU) dengan pembelajaran modern. Berdiri sejak tahun 1988 oleh KH. Achmad Sjaichu, pesantren ini memiliki visi mencetak santri yang menguasai ilmu agama dan bahasa asing, serta memiliki karakter berakhlak mulia.
Di Al-Hamidiyah, santri dididik dengan pendekatan klasik dalam mempelajari kitab kuning, namun juga diberikan pelajaran bahasa Arab, Inggris, hingga Jepang.
Selain itu, pesantren ini berkolaborasi dengan Cambridge University Press untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran, menjadikannya salah satu lembaga yang berorientasi global tanpa melupakan prinsip NU.
Pesantren ini juga memiliki fasilitas lengkap dan menyediakan pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, yang menyiapkan santri untuk menghadapi berbagai tantangan dunia modern.










