Mobil All Wheel Drive (AWD) dan Four-Wheel Drive (4WD) memberi daya tarik tersendiri bagi para penggemar mobil (car enthusiasts) karena keunggulan di medan off-road.
Kesan sporty dan macho mobil jenis ini memikat banyak orang berduit yang mencari mobil kedua atau ketiga. Artinya, banyak orang membeli mobil AWD/4WD lebih karena penampilan, bukan fungsinya.
Berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengeluarkan dana ekstra Rp30 juta lebih untuk mendapatkan teknologi ini:
Mobil AWD dan 4WD lebih aman dari mobil konvensional?
Kelebihan utama mobil berpenggerak empat/semua roda adalah bisa berakselerasi lebih bagus dan handling lebih baik dari mobil biasa “dalam kondisi jalan licin atau rusak.” Jadi dalam kondisi jalan beraspal atau beton, hampir tidak ada bedanya.
Perbedaan AWD dan 4WD?
AWD dan 4WD intinya adalah semua roda punya daya gerak sendiri, sehingga jika ban belakang selip, ban yang di depan bisa menggerakkan mobil dan tak perlu didorong. Bahkan di mobil yang sangat canggih, masing-masing ban bisa berbelok untuk membantu kestabilan di permukaan berbatu.
AWD menerapkan alat differential di ban depan, belakang dan di titik tengah mobil untuk mendistribusikan tenaga ke semua ban.
4WD menggunakan dua alat differential dan pemindah tenaga ke semua ban mobil. Dalam pengertian, mobil bisa berfungsi sebagai mobil biasa berpenggerak dua roda, namun saat dibutuhkan bisa menjadi berpenggerak empat roda. Tuas pemindah ini biasanya menjadi satu dengan tuas transmisi, atau disediakan tombol khusus.
AWD, yang tenaga di empat ban sifatnya permanen, bisa ditemukan di mobil sedan atau crossover seperti Subaru Impreza, sedangkan tekologi 4WD biasanya dipakai mobil pick-up papan atas seperti Chevrolet Silverado, atau SUV seperti Toyota 4Runner.
Kelebihan AWD/4WD?
Akselerasi lebih baik: mobil AWD atau 4WD bisa berakselerasi lebih baik daripada mobil berpenggerak dua roda dalam cuaca buruk atau suhu snagat dingin. “Keunggulan yang dimiliki AWD cuma di akselerasi, karena traksi perlu didistribusikan merata ke empat ban,” kata Cyrille Roget, direktur marketing Michelin di Amerika Utara. Di mobil biasa, traksi hanya tersebar ke dua ban saja.
Lebih kuat menderek: ketika menarik mobil lain atau caravan di kondisi jalan yang basah atau curam, mobil 4WD jauh lebih mumpuni dari mobil biasa. Juga di jalan becek atau berlumpur, menggunakan mobil AWD atau 4WD mengurangi risiko selip.
Harga jual kembali tinggi, namun ini berlaku di negara tertentu. Di sejumlah tempat di Amerika, seperti Texas, atau wilayah dengan musim dingin yang keras seperti Colorado, pengguna mobil bersedia membayar lebih untuk mendapatkan AWD dan 4WD. Di Indonesia mungkin juga permintaan mobil jenis ini terbatas di wilayah-wilayah yang masih buruk kondisi infrastrukturnya, namun butuh jaminan transportasi seperti area pertambangan dan industri kehutanan di luar Jawa.
Kekurangannya?
Jelas biaya ekstra. Untuk teknologi AWD atau 4WD harga mobil bisa lebih mahal hingga Rp 30 juta lebih di mobil Honda CR-V misalnya, dibandingkan varian yang biasa. Sama seperti kita harus menambah Rp15 juta untuk mendapatkan transmisi otomatis.
Lebih boros bahan bakar: Logikanya, komponen AWD dan 4WD yang tidak ringan jelas menambah bobot mobil, sehingga meningkatkan konsumsi bahan bakar dibandingkan mobil biasa yang sejenis.
Biaya perawatan bertambah: Perangkat differential pada mobil AWD dan 4WD juga butuh oli untuk pelumas yang harus diganti secara berkala. Tidak sesering oli mesin, namun tetap saja biaya tambahan. Kemudian jika ada masalah dengan differential, biaya reparasi cenderung lebih mahal daripada mobil berpenggerak dua roda.
Pilihan Ban yang Tepat Lebih Menentukan
Michelin pernah mengadakan tes sebuah mobil biasa berpenggerak dua roda depan (Front-Wheel Drive/FWD) diadu dengan mobil AWD di aats salju. Mobil FWD memakai ban musim dingin, sedangkan mobil AWD memakai ban biasa. Hasilnya, mobil FWD menang di hampir seluruh sesi uji coba. Tentu kalau mobil AWD menggunakan ban yang sama, hasilnya akan terbalik jauh. Namun intinya, kalau kinerja yang dibutuhkan, pemilihan ban lebih menentukan.
Jangan Membeli Mobil 10%
Jika 90% perjalanan mobil ditempuh di jalan aspal, kenapa harus mengeluarkan dana ekstra untuk yang 10% saja? Harganya memang di atas mobil konvensional, jadi sayang kalau peruntukannya sama dengan fungsi yang bisa dijalankan oleh mobil biasa. Untuk kebutuhan perjalanan off-road seperti liburan atau kunjungan lapangan, sebaiknya memakai mobil sewa saja yang berteknologi AWD/4WD.
Jika Dana Ada, Belilah!
Hampir semua kelemahan AWD/4WD di sini terkait dengan cost. Jadi kalau anda seorang car enthusiast sejati, dana memadai, mobil harian sudah ada, sandang, pangan, papan dan pendidikan anak sudah tercukupi, mobil AWD/4WD pantas masuk garasi anda untuk memenuhi jiwa petualangan jauh dari jalan raya. Sensasinya memang lain, ketika mendaki jalan tanah yang tinggi atau sebaliknya menuruni bukit curam. [JP Team]










