Opini : Gejala Dan Fenomena Investasi di Kabupaten Subang

oleh
oleh

Oleh : Megi Akbar Setiawan Pegiat UMKM

Subang, OPINI – Subang hari ini menjadi primadona Investasi bagi para investor yang masuk ke Indonesia,contoh bukti nyata dengan masuk nya dua Perusahaan Mobil Listrik (Electric Vehicle) Raksasa seperti PT Build Your Dream (BYD) asal Negeri Tiongkok dan PT  Vinfast Auto Mobile Indonesia asal Vietnam.

Masuk nya kedua Perusahaan Raksasa tersebut tentunya menjadi kabar bahagia warga Kabupaten Subang dengan harapan dapat memperbaiki kehidupan menjadi lebih layak, banyak Pemuda Pemudi dan para Orang Tua yang menggantungkan harapan agar Investasi yang hadir di Kabupaten Subang agar dapat di pekerjakan.

Investasi hari ini menjadi program unggulan Pemerintah Pusat melalui BKPM & Danantara, Pertanyaan nya ialah ketika investasi tersebut terealisasi di suatu Daerah apakah akan ada sinkronisasi Kebijakan antara Pemerintah Pusat,Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah ?q

Tentu saja ini menjadi PR bagi semua pihak ,mengingat Side Efek dari investasi yang terjadi di suatu daerah ialah bergeser nya tatanan Sosial Budaya.

Subang ,ya Subang… Hari ini Subang mengalami Gelombang Investasi,apa yang hari ini terjadi di Subang ialah suatu yang terjadi di Kab.Bekasi 20 tahun yang lalu.
Tentu Pemerintah Daerah Kab.Subang
Harus mempunyai Formula agar tidak terjadi Side Efek yang signifikan seperti : Tenaga Kerja yang tidak terserap, Pelaku Usaha Lokal (UMKM) Vendor bagi Perusahaan yang menjadi penonton di Tanah Sendiri, dan itu menjadi penyebab framing Premanisme bagi Pihak yang merasa kepentingan nya terganggu,
Contoh saja yang terjadi di PT Vinfast Auto Mobile Indonesia yang baru sehari diresmikan beroperasi esok hari nya langsung di geruduk oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan “Forum Pemuda Desa Cibogo” yang menuntut terkait dengan penyerapan Tenaga Kerja lokal, yang saya lihat ada dua sisi sudut pandang yang berbeda di Sudut Kacamata Investasi Perusahaan sekelas PT Vinfast Auto Mobile Indonesia mempunyai standarisasi calon pekerja yang bermutu tinggi demi menjaga Kualitas Produksi yang bersaing di level Internasional,namun di balik sisi Sudut Pandang yang berbeda terjadi di Kacamata Warga Lokal yang mau tidak mau harus di pekerjakan,tentu Pemerintah Daerah Kab.Subang jangan tinggal diam karena Warga Subang itu sendiri yang harus terkena dampak positif dari Investasi,harus ada langkah Konkrit dalam membuat Formula agar Ekosistem serta Iklim Investasi di Kab.Subang bisa berjalan dengan Baik.

Hal yang sama prediksi saya akan terjadi di PT Build Your Dream (BYD) yang berada di Desa Sawangan Desa Kosar & Wantilan di Kec.Cipeundeuy, Perusahaan Raksasa yang masih dalam tahap Kontruksi itu jadi Rebutan beberapa Pengusaha Luar Kab.Subang yang ingin mendapatkan SPK dengan cara menggunakan perangkat perangkat warga Lokal yang disinyalir dapat menyebabkan Konflik Horizontal, menurut penelusuran di Lapangan ada kepentingan Oknum Kepala Desa yang menekan pihak Investasi agar mengalihkan pekerjaan kepada kepentingan nya dengan Dalih melalui BUMDES yang ternyata istri nya sendiri yang di jadikan Bendahara BUMDES, sedangkan Pihak yang mempunyai pekerjaan sebelum nya sesama Warga Lokal juga yang lebih dahulu melakukan Pekerjaan yang di berikan oleh Maincon dan Subcon di perusahaan Tersebut, tentunya ini akan memicu konflik Horizontal yang pada akhirnya nama “Subang” akan ter Framing sebagai daerah yang tidak lagi Ramah terhadap Investasi jika terjadi Konflik Horizontal.

Hal ini sungguh Ironi, tindakan Premanisme justru dilakukan oleh Oknum Kepala Desa yang disinyalir mempunyai kepentingan hasrat pribadi untuk meraih pendapatan dengan dalih BUMDES,jika memang betul untuk Masyarakat kita akan mendukung namun perlu nya pengawasan yang ketat dari APH apabila terjadi Penyelewengan Jabatan.[Op]

No More Posts Available.

No more pages to load.