JPOL – Permasalahan serius terkait meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Tanah Air tidak hanya tentang ketersediaan ruang isolasi melainkan ketersediaan shelter isolasi.
Hal inilah yang menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti perlu diperhatikan.
Dalam forum Bincang Sudut Pandang: Gotong Royong Atasi Krisis di Radio MQFM 92.3 pada Jumat, 9 Juli 2021, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang terdampak Covid-19 tidak memiliki fasilitas ideal untuk melakukan isolasi mandiri (isoman).
Ia menyebutkan bahwa sebagai contoh, banyak masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang menghuni rumah petak, sehingga jika tertular, maka tidak mungkin melakukan isolasi mandiri (isoman).
“Nah inilah yang perlu kita pikirkan. Sebab, tidak semua warga masyarakat kita memiliki rumah yang layak untuk isolasi,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Muhammadiyah, Rabu, 14 Juli 2021.
Menurutnya, Muhammadiyah telah melihat kebutuhan ini sejak lama, sehingga menuntutnya untuk bergerak cepat.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan bahwa Muhammadiyah telah membuka lima shelter isolasi di Yogyakarta dengan kapasitas kamar 177 unit berdaya tampung 273 orang.
Sementara itu, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa dirinya mendorong berbagai amal usaha Muhammadiyah untuk mengadopsi cara yang dilakukan di Yogyakarta pada kota-kota lain yang belum memiliki shelter.
Menurutnya, kebutuhan shelter sangat diperlukan dan penting untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak pandemi Covid-19.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa Muhammadiyah dengan segala keterbatasan yang ada berupaya memberikan pelayanan kesehatan baik yang bersifat medis di rumah sakit maupun klinik-klinik yang dikelolanya.
“Muhammadiyah ini kan gerakan yang berbasis komunitas sebelumnya dan alhamdulillah kita dengan segala keterbatasan yang ada bagaimana MCCC ini memberikan tidak hanya pelayanan kesehatan baik yang bersifat medis di rumah sakit dan klinik-klinik yang kita kelola,” katanya.
Tidak hanya pelayanan kesehatan, Muhammadiyah turut memberikan kontribusi nyata pada layanan sosial karena masalah Covid memiliki dampak krusial terhadap ekonomi serta sosial masyarakat.
“Tapi juga sekarang mulai ke layanan sosial karena masalah Covid ini dari sisi ekonomi tidak bisa kita abaikan tapi yang juga sedikit serius adalah masalah sosialnya. Jadi dampak sosialnya sangat besar dan kita selain bersifat medis ada berupa konsultasi-konsultasi psikologis,” ucap Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.










