Artikel, JPMN – Indonesia memiliki bandara dengan desain arsitektur yang tidak hanya fungsional tetapi juga menonjolkan nilai budaya dan kearifan lokal. Berikut ini lima bandara di Indonesia yang dikenal karena arsitektur uniknya:
1. Bandara Internasional Minangkabau
Terletak sekitar 23 km dari Kota Padang, Sumatera Barat, Bandara Internasional Minangkabau terinspirasi oleh arsitektur rumah gadang khas Minangkabau. Desainnya menggabungkan elemen modern dan tradisional, dengan atap bergaya bagonjong yang ikonik. Bandara ini menjadi representasi budaya Minangkabau, menjadikannya sebagai salah satu bandara dengan desain paling khas di Indonesia.
2. Bandara Tjilik Riwut
Bandara terbesar di Kalimantan Tengah ini mengusung desain yang terinspirasi oleh paruh burung enggang, hewan yang dianggap sakral oleh Suku Dayak. Terminal barunya memiliki nuansa modern dengan warna putih dan atap yang menyerupai paruh burung enggang. Desain ini tidak hanya menghormati tradisi lokal tetapi juga memperkenalkan burung enggang kepada generasi muda sebagai satwa yang dilindungi.
3. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Bandara yang berada di Sulawesi Selatan ini memiliki desain arsitektur unik berbentuk setengah lingkaran menyerupai gulungan ombak. Bagian depan bandara dihiasi miniatur kapal pinisi, warisan budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Kapal pinisi menggambarkan nenek moyang bangsa yang pelaut dan simbol mata pencaharian masyarakat pesisir Sulawesi Selatan.
4. Bandara Banyuwangi
Dibangun pada 2010, Bandara Banyuwangi dikenal sebagai bandara hijau pertama di Indonesia. Arsitekturnya mengedepankan konsep ramah lingkungan, dengan penempatan tanaman hijau dan penggunaan kayu sebagai bahan utama bangunan. Bandara ini hampir tidak menggunakan pendingin ruangan dan memiliki desain interior yang minim sekat untuk memastikan sirkulasi udara yang baik. Atap terminal bandara terinspirasi dari rumah tradisional Suku Osing.
5. Bandara Internasional Yogyakarta
Bandara ini memiliki desain arsitektur modern dengan atap berbentuk sarang lebah yang unik. Di dalam bandara, terdapat berbagai corak batik yang menghiasi lantai dan dinding, menggambarkan kearifan lokal Jawa. Pembangunannya melibatkan 43 seniman, sehingga pengunjung dapat menjumpai berbagai seni seperti lukisan dan patung dengan berbagai gaya dan makna.
Kesimpulan
Kelima bandara ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi udara tetapi juga sebagai representasi budaya dan identitas daerah, menjadikannya sebagai ikon arsitektur di Indonesia.










