Artikel, JPMN – Ekosistem mangrove, hutan yang tumbuh di daerah pesisir tropis dan subtropis, memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir di Nusantara. Mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari erosi, penyaring polutan, serta penyedia habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. Hutan mangrove juga berperan dalam mitigasi perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida.
Namun, penurunan luas hutan mangrove di Indonesia mulai terlihat sejak tahun 1990-an, dengan kerugian sekitar 40.000 hektar antara tahun 2000 dan 2010. Kerusakan ini disebabkan oleh konversi lahan untuk perikanan budidaya, perkebunan, dan pemukiman. Lokasi seperti Pulau Jawa dan Sumatera mengalami dampak signifikan, sementara beberapa area di Kalimantan dan Papua masih memiliki mangrove yang relatif utuh.
Upaya konservasi melibatkan pemerintah, organisasi non-pemerintah, komunitas lokal, serta akademisi. Program restorasi seperti “Program Restorasi Ekosistem Mangrove” bertujuan untuk menanam kembali mangrove, melindungi kawasan dari konversi lahan, dan melibatkan masyarakat dalam pemeliharaan ekosistem. Meskipun ada tantangan dalam pengelolaan dan keterlibatan banyak pihak, upaya ini sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup mangrove dan manfaatnya bagi ekosistem pesisir Nusantara.










