Bekasi, JPMN – Dalam upaya memajukan pendidikan dan meningkatkan minat baca di wilayah pelosok yang sering terabaikan, Patriot Desa Jawa Barat telah bekerja sama dengan BEM Mahasiswa PGSD Universitas Islam 45 Bekasi, PMII Kota Bekasi, dan Komunitas Donasi Buku Kita untuk menggelar aksi gotong royong membangun perpustakaan masyarakat.
Perpustakaan ini bertujuan untuk menyediakan akses pengetahuan bagi warga desa di Kabupaten Bekasi, khususnya di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong.
Lokasi perpustakaan ini terletak di Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirots, sebuah tempat yang sulit dijangkau. Dari pusat Kota Bekasi, diperlukan waktu sekitar dua jam perjalanan dengan kendaraan roda dua.
Jalan menuju pondok pesantren ini merupakan jalan alternatif yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Peserta aksi gotong royong juga harus melewati jalan tanah berbatu dan menyebrangi sungai dua kali menggunakan perahu eretan, perahu penyebrangan tradisional, untuk mencapai tujuan.
Ricky Erviantara, Koordinator Kegiatan ini, menjelaskan alasan pemilihan lokasi pondok pesantren sebagai tempat awal pembangunan perpustakaan. “Kami memulai proyek ini di pondok pesantren kecil yang berada di ujung wilayah Kabupaten Bekasi. Tata tertib di pesantren melarang para santri menggunakan ponsel selama proses pendidikan. Keterbatasan ini membuat para santri kesulitan untuk mengakses informasi penting dari luar pesantren. Oleh karena itu, kami merasa bahwa perpustakaan adalah solusi yang cocok. Seperti ponsel, perpustakaan dapat menjadi sumber pengetahuan umum bagi para santri di luar ilmu agama yang diajarkan oleh ustadz dan ustadzah mereka.”
Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan akses pengetahuan kepada para santri di pesantren, melainkan juga untuk seluruh masyarakat di sekitar Desa Pantai Harapan Jaya, Muara Gembong.
“Kami berencana untuk menjadikan perpustakaan ini sebagai tempat yang terbuka untuk semua. Di sini akan tersedia berbagai jenis buku, termasuk resep masakan bagi ibu rumah tangga, buku mengenai sistem pertanian, perikanan, dan pemasaran modern bagi para petani dan nelayan. Semua ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di desa ini, yang sebagian besar adalah petani dan nelayan tambak,” tambah Ricky.
Dengan kerjasama antara mahasiswa, komunitas, dan masyarakat setempat, pembangunan perpustakaan ini diharapkan akan membawa manfaat besar bagi pendidikan dan peningkatan pengetahuan di daerah tersebut. Sebuah langkah kecil yang memiliki dampak besar dalam mencerdaskan masyarakat dan memperkuat persatuan di Jawa Barat.










