
Subang,JPOL- Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK 2022 untuk jenjang sekolah dasar telah dimulai pada hari senin, 24 Oktober 2022.
ANBK 2022 jenjang sekolah dasar (SD) di laksanakan oleh Siswa yang duduk di Kelas 5 dengan sebagai penanggung jawab yaitu kepala sekolah di masing-masing sekolah dan ada salah satu guru yang di beri tugas sebagai proktor untuk mengatur jalannya ANBK di tiap sekolah,ungkap Ano Suyatno selaku Kabid SD Disdikbud Subang kepada Jabarpublisher saat meninjau pelaksanaan ANBK di SDN Rawalele kecamatan Dawuan.
Sebelumnya, telah dilaksanakan simulasi dan gladi bersih menuju pelaksanaan ANBK dengan tujuan untuk memastikan peserta ANBK 2022 dapat memahami tata cara pelaksanaannya.ungkap Ano

Ano menegaskan,bahwa yang menjadi dasar ANBK itu sendiri ialah Permendikbud no 17 tahun 2021 tentang asesmen nasional serta prosedur operasional standar nya AN tahun 2022,tegas ano
Melalui paraturan kepala badan standar, kurikulum dan asesmen pendidikan, nomor 013/H/PG.00/2022 tgl 24 Maret 2022,sbb terlampir,timpal Ano
Kabid SD tersebut menambahkan,untuk kabupaten subang sendiri jumlah sekolah Dasar yang mengikuti ANBK ada 880 sekolah sedangkan untuk data rinciannya yaitu:
Sekolah. : 880
Siswa. : 19.957
Sekolah mandiri. : 623
Sekolah menumpang: 258
Mode Online. : 855
Mode semi online. : 26
Tambah Ano,yang menentukan bukan dari dinas tetapi sudah di tunjuk langsung oleh kemendikbud pesertanya.tuturnya
Lanjut Ano,.Pelaksanaan di hari ke 2 ini Alhamdulillah berjalan dengan baik,dan peserta semangat Karena sudah pada bisa menggunakan laptop dan juga proktor yg membimbing di setiap sekolah sudah sangat baik menguasai juklak asesmen nasional.
Untuk Masalah jaringan internet sendiri kata Ano “Masalah sinyal Alhamdulillah sudah bisa di antisipasi”
Cuma mungkin permasalahannya ada beberapa sekolah yg belum mendapatkan bantuan TIK khususnya laptop croombook,mudah-mudahan secara bertahap tahun depan bisa semuanya sudah mempunyai alat TIK yg memadai.Harap Ano
Ano juga menjelaskan,selain bisa mengetahui mutu pendidikan, dengan ANBK maka input, proses dan output pembelajaran di satu satuan pendidikan bisa diketahui.

“Acuan sebagai pengganti UN, maka kami tentu berharap agar kualitas siswa juga benar diketahui, karena sekarang di era digital seperti sekarang ini, rata-rata siswa hanya lebih mengenai gadget dibandingkan buku pelajaran, bahkan ada yang masih belum pintar membaca,” katanya.
Sebab itu, saya berharap satuan pendidikan akan lebih mengetahui bagaimana kondisi siswa yang menjadi peserta didik, di satuan pendidikan yang dibuat setelah di laksanakan nya Anbk ini,Pungkas Ano
Penulis:Boby ramadan










