BANDUNG, JPMN – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung kembali meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan pendapatan sektor parkir on the street. Kali ini, Dishub Kota Bandung akan melakukan uji coba sistem parkir berbayar menggunakan barcode QRIS di sejumlah ruas jalan yang tidak dilengkapi dengan mesin parkir.
Kepala BLUD Perparkiran Dishub Kota Bandung, Yogi Mamesa, menjelaskan bahwa para Juru Parkir (Jukir) akan mengenakan rompi yang dilengkapi dengan kode batang (barcode) yang dapat di-scan untuk melakukan pembayaran parkir.
“Saat ini, uji coba akan dilakukan di jalan ABC dan Banceuy. Sistem kerjanya, jika konsumen selesai parkir, jukir akan meminta konsumen untuk melakukan scan barcode pada rompi jukir,” jelas Yogi saat ditemui di kantornya di Jalan Babakan pada Rabu, 2 Oktober 2024.
Dalam sistem baru ini, Yogi menambahkan bahwa jukir akan menerima gaji berdasarkan setiap transaksi yang dilakukan melalui kode batang yang tertera di rompi mereka. Pendapatan dari setiap transaksi akan langsung masuk ke rekening BLUD. “Mereka (jukir) akan digaji setiap tiga hari dengan besaran 60 persen dari pendapatan per hari,” imbuhnya.
Uji coba ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Yogi menegaskan bahwa jika hasil dari uji coba ini positif, akan ada kemungkinan untuk melanjutkan sistem serupa di lokasi lain yang tidak memiliki mesin parkir. “Kita akan melihat hasilnya selama tiga bulan. Jika pendapatannya bagus, kita akan melanjutkan dan menerapkan sistem ini di lokasi lain,” ujarnya.
Meskipun demikian, Yogi mengungkapkan bahwa pendapatan retribusi dari sektor parkir saat ini belum memenuhi target yang ditetapkan. Pada tahun 2023, sektor parkir on the street ditargetkan dapat menyumbang pendapatan sebesar Rp33 miliar.
Namun, realisasinya hanya mencapai Rp11,1 miliar. “Tapi dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, terjadi peningkatan. Pada tahun 2022, pendapatan mencapai Rp9 miliar, sementara pada tahun 2021 sekitar Rp6-7 miliar,” kata Yogi.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari sektor parkir di Kota Bandung dan memberikan kemudahan bagi pengguna parkir. Diharapkan, dengan sistem QRIS ini, pembayaran parkir dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Untuk informasi lebih lanjut, baca artikel lengkapnya di Pikiran Rakyat.










