Jabar Publisher Adakan Event & Workshop Kepenulisan Dukung Program Literasi Sekolah

oleh
oleh

Menulis adalah kepentingan yang harus dilakukan manusia. Semenjak sebelum masuknya rutinitas sekolah, kita sudah punya emosi untuk menulis. Mulai dari kertas, buku tulis, sampai tembok rumahpun pernah dilakukan banyak anak-anak di Republik ini.

Pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati si penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang orang melalui tulisan yang dituliskan. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi hatinya ke dalam sebuah tulisan sangatlah berbeda, dipengaruhi oleh latar belakang penulis. Dengan demikian, mutu atau kualitas tulisan setiap penulis berbeda pula satu sama lain. Namun, satu hal yang penting bahwa terkait dengan aktivitas menulis, seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya.

Menjadi penulis tidak harus pandai, pintar, apalagi bakat, semua orang bisa menulis asal mau belajar dengan sungguh-sungguh.

Ingat TKW yang mampu menulis buku? Dia adalah Eni KusumaTKW dari Hongkong. Dialah yang bertekad ingin membuktikan bahwa hambatan apa pun bisa ditaklukkan. Buku berjudul Anda Luar Biasa tersebut mendapat endorsment dari sekitar 27 tokoh ternama mulai dari aktivis, penulis, motivator, maupun pengusaha.

Dia tidak kuliah, namun bisa menyelesaikan buku. Menjadi penulis tidak harus pandai, pintar, apalagi bakat, semua orang bisa menulis asal mau belajar dengan sungguh-sungguh.

Nick Vujicic? Dialah lelaki tanpa lengan yang mampu menulis buku Life Without Limbs. Ia menulis dengan dua jari kaki di kaki kirinya dengan pegangan khusus yang meluncur ke ibu jari kakinya.

Lain Nick lain juga dengan Kyle Maynard yang belajar menulis dengan menggunakan dua sikunya. Dengan dua sikunya, ia mampu mengetik sampai lima puluh kata per menit pada keyboard normal. Bukunya No Excuses pun laris dipasaran menjadi buku motivasi yang menginspirasi.

Menulis bisa dilakukan siapa saja. Dengan menulis, semua jendela-jendela ilmu dan wawasan akan terbuka dengan sendirinya. Karena dari animo yang muncul ketika kita ingin menuliskan sesuatu, kita akan mencari tahu tentang tulisan yang akan kita tuangkan. Dari situ kitapun akan dituntut untuk mencari referensi yang dibutuhkan dengan membaca.

Menulis sesuatu yang kita inginkan seperti meluahkan perasaan pada sebuah buku diary adalah suatu hobby yang sebetulnya adalah sebuah dasar atau pondasi untuk menjadi penulis yang bisa memberikan provit baik itu secara materi atau dari segi kepuasan tersendiri. Dengan menuliskan hal-hal yang kita inginkan dan kita kuasai, misalnya menulis sastra, essai, tulisan investigasi dan sebagainya, jika kita benar-benar menyenangi kegiatan menulis tersebut, bisa terus ditekuni dan ketika kita terus menjalani prosesnya maka akan melahirkan bibit-bibit yang bisa menarik penghasiulana atau mendatangkan sebuah profesi.

Dengan dasar pemikiran tersebut, Media Jabar Publisher sebagai media yang juga menggunakan kepenulisan untuk melahirkan suatu berita, mengadakan event yang mengangkat tema seputar kepenulisan. Event tersebut adalah Lomba Menulis yang ditujukan untuk siswa-siswi SMP dan SMU/K sekabupaten Subang serta workshop kepenulisan dengan peserta yang sama.

Tujuan yang ingin dicapai antara lain, memupuk dan mencari bakat-bakat baru yang akan muncul dalam dunia tulis menulis. Misi lainnya menumbuhkan minat baca serta mendukung program literasi sekolah yang sedang digalakkan oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud.

Lomba  menulis yang bertemakan cerita-cerita tentang kearifan lokal Kota Subang ini dilaksanakan secara online dan sedang berlangsung. Sedangkan untuk workshopnya akan dilaksanakan selepas Lomba Menulis usai. Kegiatan inipun didukung oleh Laskar Garuda Indonesia serta Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Subang(JP)