Hadiri Akselerasi Vaksinasi PMK, Sekda Subang Tegaskan Jaga Stok Daging Berkualitas Jelang Ramadhan 2026

oleh
oleh
Hadiri Akselerasi Vaksinasi PMK, Sekda Subang Tegaskan Jaga Stok Daging Berkualitas Jelang Ramadhan 2026

Subang, JPMN – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Akselerasi Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, pada Kamis (05/02/2026) yang berlangsung di Pusat Kesehatan Hewan, Jalancagak, Subang

Ketua penyelenggara drh. Armin Riyandi mengatakan program ini dilakukan di 29 Provinsi endemik, agar penyakit mulut dan kuku hewan ternak penyebarannya dapat terkendali.

“Di 29 provinsi endemik dengan pendekatan vaksin tertarget. Total vaksin sampai 30 Januari adalah 1,199,200 dosis didistrubsikan di 28 provinsi dan 11 unit pelaksana teknis,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang akrab disapa Kang Asep Nuroni menghaturkan terima kasih atas terselenggaranya acara yang sangat bermanfaat bagi sektor peternakan di Kabupaten Subang.

“Saya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta jajaran yang telah hadir dan telah memberikan bantuan vaksin karena sebagaimana kita ketahui bersama, penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit hewan menular yang sangat berdampak terhadap sektor peternakan, terutama pada ternak sapi, kerbau, kambing, dan domba,” paparnya.

Ia menyebut, kegiatan vaksinasi adalah ikhtiar bersama untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat peternak.

Selain itu, momentum bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba berpeluang besar terjadi peningkatan permintaan daging, sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Subang harus memastikan keamanan ketersediaan daging di pasaran.

Kang Asep Nuroni menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang serius dalam mencegah PMK, hal itu tercermin dengan telah dianggarkannya dana untuk pencegahan PMK.

“Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, pada tahun 2026 kami telah menganggarkan dana pengendalian dan pencegahan pmk sebesar tiga ratus juta rupiah. Namun, dengan kondisi populasi ternak di Kabupaten Subang yang besar, anggaran tersebut tentu belum dapat mencakup seluruh populasi ternak yang ada,” tuturnya.

Terakhir, Kang Asep Nuroni yakin pengendalian PMK hanya bisa dilakukan melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Kami meyakini bahwa pengendalian PMK di Kabupaten Subang harus dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta keterlibatan swasta dan masyarakat peternak,” terangnya.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Republik Indonesia, drh. Hendra Wibawa, M.Si., Phd., menegaskan bahwa vaksinasi bukan solusi tunggal bagi pengendalian PMK, melainkan harus dibarengi dengan pembudidayaan dengan keamanan lingkungan peternakan yang baik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Subang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Dekan Fakultas Kesehatan Hewan IPB, serta tamu undangan lainnya.[RFH]

No More Posts Available.

No more pages to load.