Gerbang Alun – Alun Pakai Motif Batik Daerah Luar, Pengrajin Batik Khas Subang Angkat Bicara

oleh
oleh

SUBANG, JPMN – Penggunaan corak motif Batik Megamendung di pintu gerbang Alun alun menjadi perhatian beberapa pengrajin batik khas Subang.

“Saya heran juga dengan dipasangnya corak motif daerah luar di Gerbang Alun alun kenapa bukan batik khas Subang, soalnya motif itu kan merupakan ciri khas Cirebon meskipun diklaim batik khas Jawabarat” ungkap Mulyana pengrajin Batik Ganasan Khas Subang kepada JPMN. Rabu, 13/9/2023

“harapan saya yang ditampilkan itu ya corak batik khas Subang, kita sudah 2 kali mengadakan perlombaan Batik Khas Subang bersama PHRI, kan bisa diaplikasikan banyak pilihan juga, biar orang yang datang kesini itu merasa selamat datang di Kota Subang bukan merasa datang di Kota Cirebon” imbuhnya.

Senada dengan Mulyana, Dedi Novarianto pengrajin Batik Khas Subang Puri Haruming menyayangkan dengan dipampangnya motif batik daerah luar di Gerbang Alun alun Kabupaten Subang.

“Ini ko seperti tidak ada apresiasinya kepada hasil karya Putra Daerah, kan kalau dipakai corak motif batik khas Subang itu bisa lebih meningkatkan value dan citra Kabupaten Subangnya sendiri, sebaiknya diganti saja toh itu tidak merubah struktur sipil bangunannya” ujar pria yang akrab disapa Mas Abi ini.

Sementara itu Aktivis Pemerhati Pembangunan Subang menilai Revitalisasi Alun-alun Kabupaten Subang dengan anggaran mencapai 16 Milyar lebih ini tidak adanya research terlebih dahulu.

“Inikan nggak nyambung kurang ketelitian dari BP4D dan PUPR itu seharusnya ada monitoring pada saat Detail Engineering Desain – DED sehingga desainnya bisa dirubah jangan asal serampangan terima saja” Ujar Qodarian Selaku Ketua Forum Pemerhati Pembangunan Kabupaten Subang – FPPKS Qodarian.

Ia menegaskan seharusnya motif batik yang dipampang disana adalah batik khas Subang.

“Harus diganti dengan Desain Corak Motif Batik Khas Subang itu sendiri. Walaupun anggaran dari Pemrov. Karena beberapa waktu lalu sudah terbukti di DED pembangunan yang lain itu kita kritisi dan bisa di akomodir dan dirubah,” Tegasnya.[Hz]