Karakter fiksi cerita silat Indonesia, Wiro Sableng, kini akan hadir di layar lebar. Film yang digarap oleh produser Sheila Timothy ini berencana akan tayang tahun 2018.
Sheila Timothy mendapat kehormatan untuk menjalin kerja sama dengan Fox International Productions (FIP) untuk mengangkat kembali kenangan masyarakat Indonesia atas buku yang berjudul ‘Wiro Sableng Kapak Maut Naga Geni 212’. FIP sendiri merupakan anak perusahaan 20th Century Fox Film Corporation untuk menangani film-film lokal dari negara-negara di dunia.
Tomas Jegeus selaku President FIP mengatakan bahwa ‘Wiro Sableng’ adalah proyek film pertamanya yang bekerja sama dengan rumah produksi di Asia Tenggara, terutama Indonesia.
“Saya sangat senang dengan keterlibatan kami dalam film ‘Wiro Sableng 212’ dan bangga dapat bekerja sama dengan tim kreatif dari rumah produksi Lifelike Pictures yang begitu menginspirasi,” ujarnya.
Sheila yang akrab dipanggil Lala mengaku bahwa ia membutuhkan waktu 2 tahun untuk mempersiapkan film yang dikenal sebagai sinetron tersebut. Dengan adanya FIP, Lala berharap perjalanannya menggarap Wiro Sableng karya Bastian Tito mampu memuaskan penonton Indonesia.
“Saya yakin dengan pengalaman kami dan dengan keahlian yang FIP miliki, persiapan panjang yang telah kami lakukan akan semakin maksimal dan mampu memuaskan seluruh penonton film Indonesia,” ucap Lala saat ditemui di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2).
Mendiang Bastian Tito membuat buku dengan karakter Wiro Sableng yang terdiri dari 185 judul. Buku ini memiliki rentang waktu yang panjang sekali, dari tahun 1967-2006, hingga termasuk dalam serial silat terpanjang dan terlama.
Karakter Wiro Sableng lengkap dengan kapak Naga Geni 212-nya akan dihidupkan oleh Vino G. Bastian, aktor yang juga anak kandung dari Bastian Tito ini. Selain Vino, Marsha Timothy yang merupakan istri tercintanya dan Sherina Munaf juga akan hadir dalam film tersebut. Untuk aksi, aktor ‘The Raid’ Yayan Ruhiyan bertanggung jawab sebagai koreografer silat di film tersebut.
Disutradarai Angga D. Sasongko yang juga menyutradarai ‘Filosofi Kopi’, skenario film ini ditulis oleh Lala, Tumpal Tampubolon, dan Seno Gumira Ajidarma yang baru saja meluncurkan buku ‘Drupadi’.
[JP Team | Berbagai Sumber]










