Artikel, JPMN – Pemanasan global membawa dampak serius terhadap penyebaran penyakit menular di seluruh dunia. Prof. Dr. Maksum Radji, seorang ahli mikrobiologi dari Universitas Esa Unggul, menjelaskan bahwa peningkatan suhu akibat emisi gas rumah kaca menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mikroorganisme patogen, terutama untuk penyakit zoonosis. Penyakit ini berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia.
Peran Vektor Hewan dalam Penyebaran Penyakit
Sekitar 70% wabah penyakit menular baru dipicu oleh vektor hewan seperti nyamuk, kelelawar, dan tikus. Prof. Maksum menjelaskan bahwa perubahan iklim mempengaruhi umur dan persebaran vektor tersebut. Dengan suhu yang semakin panas, nyamuk pembawa malaria dan demam berdarah dapat bertahan hidup lebih lama dan mencapai wilayah baru, memperluas area penyebaran penyakit.
Dampak Perubahan Iklim pada Mutasi dan Penyebaran Virus
Perubahan iklim juga mempercepat mutasi dan penyebaran virus antarspesies. Beberapa virus yang pernah menjadi pandemi, seperti SARS, MERS, dan COVID-19, diyakini berhubungan dengan vektor hewan. COVID-19, misalnya, diduga berasal dari kelelawar. Selain itu, pemanasan global memicu penyakit yang terkait dengan air, seperti kolera dan leptospirosis, yang muncul akibat banjir atau genangan air selama musim hujan yang ekstrem. Kondisi ini menciptakan tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri dan nyamuk.
Ancaman Penyakit Lama dan Baru
Pemanasan global juga memunculkan kembali penyakit yang sebelumnya telah terkendali, seperti cacar monyet dan Ebola. Bahkan, virus baru seperti flu tomat, yang telah menyerang anak-anak di India, mulai menimbulkan kekhawatiran. Penelitian memperkirakan bahwa hingga tahun 2070, ribuan virus baru yang sebelumnya tersembunyi pada mamalia liar berpotensi menyebar ke manusia, terutama di wilayah tropis yang padat penduduk, seperti Asia Tenggara.
Tantangan Kesehatan di Masa Depan
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanasan global tidak hanya meningkatkan intensitas penyakit yang telah ada, tetapi juga membuka potensi wabah penyakit baru. Ancaman ini mengharuskan adanya kesadaran global serta tindakan pencegahan yang tepat untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular, terutama di area padat penduduk.










