Artikel, JPMN – Globalisasi, dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi global, telah membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kebebasan pers. Di Indonesia, fenomena ini memiliki pengaruh ganda—baik positif maupun negatif—terhadap landscape media dan kebebasan berpendapat.
Dampak Positif:
- Akses Teknologi: Globalisasi memfasilitasi akses yang lebih luas terhadap teknologi dan platform digital. Media di Indonesia kini dapat memanfaatkan internet untuk melaporkan berita dengan cepat dan menjangkau audiens global.
- Pelatihan Jurnalis: Jurnalis mendapatkan pelatihan dan standar internasional.
- Diversifikasi Berita: Menambah variasi sumber berita dan perspektif.
Dampak Negatif:
- Tekanan Ekonomi: Media menghadapi masalah finansial dan tekanan dari pengiklan.
- Disinformasi: Penyebaran hoaks dan berita palsu meningkat.
- Kontrol dan Sensor: Regulasi seperti UU ITE dapat digunakan untuk membatasi kebebasan berpendapat.
Globalisasi membawa perubahan besar pada kebebasan pers di Indonesia, dengan dampak yang bersifat ganda. Di satu sisi, akses yang lebih baik ke teknologi dan informasi global serta pelatihan internasional memperkuat kapasitas media. Di sisi lain, tantangan seperti komersialisasi media, penyebaran disinformasi, dan regulasi yang ketat mengancam kebebasan pers dan independensi jurnalis. Untuk memaksimalkan manfaat globalisasi sekaligus memitigasi risikonya, penting bagi Indonesia untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung kebebasan pers sambil menangani tantangan baru yang muncul.










