SUBANG,JPMN – Bupati Subang, H.Ruhimat, berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mampu mengevaluasi berbagai program kesehatan serta menghasilkan kebijakan bidang kesehatan yang terintegrasi dan mampu menyelesaikan persoalan kesehatan di Kabupaten Subang.
Hal itu ditekankan Ruhimat dalam Rapat Koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Subang yang digelar Rabu (9/8/2023).
Menurut Ruhimat, pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu fokus program kepemimpinan Jimat-Akur, guna mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sehingga rakyat Subang bisa sehat.
“Untuk itu, saya berpesan agar jajaran kesehatan dapat mewujdkan Subang sehat dengan menyosialisasikan gerakan masyarakat sehat,” ujar Ruhimat.
Subang sehat, kata Ruhimat, diharapkan bukan sekadar gerakan senam saja.
Lebih dari itu, masyarakat harus didorong untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, Ruhimat juga berpesan kepada para tenaga kesehatan mulai dari puskesmas hingga RSUD Subang untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
“Peran puskesmas harus diperkuat, llayanannya juga harus diperbaiki. Kualitas pelayanan rumah sakit harus ditingkatkan,” kata Ruhimat.
Untuk itu jajaran Dinas Kesehatan harus bisa memberikan fasilitasi pemenuhan gizi yang baik bagi anak dan ibu hamil, terutama untuk mencegah stunting.
Jajaran kesehatan, tutur Ruhimat, juga perlu memprioritaskan 5 Isu pembagunan kesehatan yang meliputi Peningkatan Cakupan & Mutu Imunisasi; Percepatan Eliminasi TB Paru; Penurunan Stunting; Pengendalian Penyakit Tidak Menular; dan Penurunan AKI – AKB.
“Keima isu itu diharapkan dilaksanakan secara adil sampai ke masyarakat miskin dan terpencil,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi, mengatakan bahwa rakor tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dengan mengundang jajaran kesehatan hingga Muspika se- Kabupaten Subang.
“Rakor ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan pembangunan kesehatan di daerah serta upaya penyelesaian permasalahan tersebut,” ujar Maxi.
Rakor yang diikuti 280 peserta dari unsur tenaga kesehatan baik Puskesmas, maupun rumah sakit negeri dan swasta, menyoroti 4 transformasi bidang kesehatan.
Empat transformasi itu adalah transformasi di bidang layanan kesehatan primer, transformasi layanan sumber daya manusia kesehatan, informasi dengan entrepreneur leadership, dan learning organization,
“Jadi di kegiatan Rakorda Kesehatan Kabupaten Subang ini, kami akan melatih teman-teman di layanan bahwa sebagai fasilitas kesehatan kita harus adaptif artinya mengikuti perkembangan zaman, digitalisasi akan dilaksanakan di puskesmas,” kata Maxi.
Menurut Maxi, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Anggap saja masyarakat yang sakit itu keluarga kita sendiri, harus dilayani dengan ikhlas dan sepenuh hati,” katanya. [rls]












