Setelah menerima anggaran DIPA dari Gubernur Jabar, Bupati Imas resmikan Majlis Taklim Miftahul Ulum yang merupakan majlis ta’lim motekar, karena pembangunannya murni hasil swadaya dan iuran warga Kampung Cikupa Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe Subang. Selasa tanggal 19 Desember 2017.
Pembangunan Majlis 2 lantai ini menghabiskan anggaran sebesar Rp. 390 juta lebih yang dibangun dalam waktu relatif pendek sekitar 6 bulan.
Tidak hanya majelis ta’alim, dalam kurun waktu satu tahun setengah warga Kp. Cikupa, telah menswadayakan hartanya mencapai kurang lebih 1 milyar untuk membangun satu asrama Pondok Pesantren, satu buah masjid dan majlis ta’lim.
Hal tersebut disampaikan Ketua panitia pembangunan H. Komod Sudrajat yang merasa bangga karena 2 diantara bangunan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Subang.
“Kami berterima kasih sekali, Ibu yang merupakan Ibunya kami semua bisa menyempatkan hadir, walaupun beberapa kali jadwalnya dipindahkan karena kesibukan, tapi alhamdulillah semua itu terbayar hari ini,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Camat Cijambe Udin Jazudin, bahwa warga Cikupa dari pantauannya punya sifat suka memberi jarang meminta.
“Terbukti dari cara mereka membangun, 100 % hasil jerih payah masyarakat,” ungkapnya.
Ia meminta agar Bupati memperhatikan akses jalan yang tinggal sedikit lagi selesai.
“Terutama jalan Cikupa Cipeusar, karena jalan tersebut merupakan jalan penghubung 2 desa, karena betahun-tahun tidak pernah diperbaiki jadi jalannya sangat rusak,” tambahnya.
Sementara itu Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih merasa bangga kepada warga Kampung Cikupa, karena menunjukkan kemotekarannya.
“Slogan motekar ini bukan lagi jadi slogan tapi sudah di buktikan dengan karya nyata, semua warga Cikupa” ujarnya.
Bupati Imas akan membantu kebutuhan majelis sebagai bentuk terimakasih karena kemotekaran yang ditunjukkan oleh masyarakat kecamatan Cijambe.
“Alhamdulillah saat peresmian pesantren dulu telah di bantu 100 juta dan untuk bangunan ini 100 juta, juga untuk pengeras suara serta karpetnya insyaallah akan dibantu pemerintah,” imbuhnya.
Mengenai jalan, jalur Lempar Cimenteng dan Cipeusar sudah masuk proyek dan akhir Februari 2018 selesai.
“Saat ini juga jalur hutan lempar sudah mulai dihotmik, dan insya allah perlahan semua merata, dan saat ini sudah mulai dilakukan perbaikan,”
Namun ia menghimbau agar menjaga hasilnya nanti dan menjaga pencapaian Kabupaten Subang terutama menjaga kebersihan lingkungan.
(RN)










