Kebutuhan informasi tidak hanya milik pengguna ‘normal’ namun ia juga menjadi konsumsi semua orang termasuk pengguna yang memiliki keterbatasan fisik seperti penyandang tunanetra. Karena itu para peneliti di kawasan Eropa bernama ÉCOLE POLYTECHNIQUE FÉDÉRALE DE LAUSANNE (EPFL) telah mengembangkan sebuah perangkat tablet khusus penyandang tunanetra.
Perangkat tablet yang bertajuk BlindPAD itu telah memiliki perangkat tambahan yang bisa menghadirkan tonjolan yang bisa digunakan/dirasakan oleh para pengguna tunanetra. Perangkat tablet ini sebenarnya telah dikembangkan beberapa tahun lalu sehingga kini telah memiliki sejumlah fungsi tambahan untuk bisa lebih digunakan secara maksimal oleh mereka yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan.
Berbeda dengan perangkat tablet pada umumnya, perangkat BlindPAD selain memiliki layar ia juga telah dibekali dengan perangkat tambahan yang bisa diraba yang mampu menghadirkan tonjolan untuk mengkonversi informasi menjadi semacam huruf braile. Terdapat 192 tonjolan magnetik yang disusun pada permukaan berukuran 12 x 15cm, nantinya tonjolan ini juga bisa menghasilkan pola tertentu dan getaran yang bisa dikenali oleh para penyandang tunanetra untuk mewakili tampilan visual dari konten tablet yang tengah digunakan.
Selain menampilkan informasi berupa teks dan visual, para peneliti di Eropa itu juga telah menyematkan fitur GPS audio sehingga para penyandang tunanetra bisa memfungsikan perangkat tablet ini sebagai alat navigasi ketika tengah bepergian.
via wirelessrerc.org










