‎Bentengi Generasi Muda, GAN Indonesia dan SMA PGRI 1 Subang Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di Momen MPLS

oleh
oleh



SUBANG, JPMN – Langkah edukatif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa terus digalakkan di lingkungan pendidikan Kabupaten Subang, Jawa Barat. Organisasi kemasyarakatan Gerakan Anti Narkoba (GAN) Indonesia terus bergerak berkesinambungan dengan memberikan penyuluhan mendalam mengenai bahaya laten narkoba dan bahaya LGBT kepada sekitar 200 siswa baru di SMA PGRI 1 Subang.



‎Agenda edukasi masif ini disisipkan secara khusus sebagai materi krusial dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang berlangsung tertib di aula utama sekolah tersebut menjadi pilar pembekalan penting bagi para peserta didik baru yang tengah bertransisi dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

‎Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, penyuluhan ini dikemas secara kolaboratif. Selain mendapatkan pemaparan dari tim GAN Indonesia, para siswa baru juga menerima pembekalan materi dari aparat kepolisian terkait aspek hukum, serta tenaga medis Puskesmas guna mengupas tuntas dampak klinis zat adiktif bagi kesehatan remaja.

‎Pesan Ketua DPP GAN Indonesia: “Jangan Pernah Mencoba”

Ketua DPP GAN Indonesia, Wawan Waluya, menjelaskan bahwa kelompok remaja usia sekolah merupakan salah satu target paling rentan dalam pusaran rantai peredaran gelap narkotika. Oleh sebab itu, ia menyerukan agar para siswa menanamkan keberanian psikologis sejak dini untuk menolak segala bentuk bujuk rayu zat adiktif.

‎“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan dan cita-cita. Jangan pernah sekalipun mencoba, karena sekali terjerumus, rantai lingkaran setan ini akan sangat sulit diputus,” tegas Wawan di hadapan ratusan siswa baru.

‎Wawan juga mengingatkan pentingnya selektif dalam memilih lingkaran pertemanan agar tidak mudah goyah oleh tekanan kelompok (peer pressure) yang negatif.

‎Apresiasi Kepala Sekolah SMA PGRI 1 Subang atas Inisiatif GAN Indonesia

Kepala Sekolah SMA PGRI 1 Subang, Drs. Asep Kahlan Husen, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh GAN Indonesia beserta seluruh unsur terkait. Menurutnya, edukasi bahaya zat terlarang ini sangat vital diberikan sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di jenjang SMA.

‎Asep tidak menampik fakta lapangan bahwa pergerakan sindikat narkoba saat ini sudah berada di level yang mengkhawatirkan karena secara terang-terangan mulai menyasar pangsa pasar anak sekolah. Menyikapi ancaman nyata tersebut, pihak manajemen sekolah berkomitmen penuh untuk terus mempertebal pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

‎“Peredaran narkoba saat ini kian rawan membidik kalangan pelajar. Kami ingin anak-anak memiliki benteng yang kokoh dari dalam diri mereka sendiri. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita jaga bersama,” ujar Asep menegaskan.

‎Harapan Bersama demi Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba)

Melalui penyelenggaraan penyuluhan terintegrasi ini, jajaran komite dan pihak sekolah menaruh harapan besar agar seluruh peserta didik baru tidak sekadar memahami teori bahaya narkoba di atas kertas.

‎Lebih dari itu, para siswa diharapkan memiliki integritas tinggi untuk berani berkata “TIDAK” pada narkoba di kehidupan sehari-hari. Sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, kepolisian, dan tenaga kesehatan ini diharapkan mampu mewujudkan ekosistem sekolah yang aman, sehat, serta bersih dari penyalahgunaan narkotika secara berkelanjutan. [Hz]

No More Posts Available.

No more pages to load.