Bendung Leuwi Nangka semakin cantik dengan Multi fungsi

oleh
oleh

Bendung Leuwi Nangka yang dibangun di atas bantaran hulu sungaiĀ  merupakan Bendung yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta (PJT) Jatiluhur. Bendungan yang cukup besar itu mengairi 4383 hektar tanah/sawah dari tiga kecamatan yang membawahi 14 desa. Yaitu Kecamatan Pagaden Barat, Pagaden Timur dan Kecamatan Subang. Pa Arman selaku POB (petugas Operator Bendung) yang ditugaskan untuk membuka tutup saluran irigasi di Bendung Leuwi nangka, menerangkan pada Jabar Publisher.co di kantor PJT Pagaden yang berada di kel. Dangdeur.


Setelah mengalami ambruk dan rusak parah, pada tahun 2014 Bendung Leuwi Nangka dibangun kembali dengan pelebaran area dan penambahan prasarana. Proyek dipegang langsung oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Citarum) dengan menghabiskan dana sekitar 50 milyar yang sumbernya dikucurkan langsung dari kementrian PU pusat.


“Pengerjaannya selesai dalam kurun waktu dua tahun. Dari mulai pembebasan tanah, pembangunan sarana jalan hingga ke pembangunan utama yaitu irigasinya dilaksanakan dalam dua tahap proyek. Selesai tahun 2016. Bendung Leuwi Nangka sudah beroperasi dengan baik sesuai fungsinya” pak hj Rohim selaku pengamat PJT Pagaden menerangkan.


Kini, bendung Leuwi Nangka berdiri kokoh, megah dan yang menarik adalah fungsinya yang bertambah. Selain sebagai pusat pengaturan air/saluran Induk irigasi, bisa digunakan juga sebagai sarana penghubung/transportasi kendaraan roda dua, yang menghubungkan dua wilayah yaitu blok bunder/wera/kel. Dangdeur dan sekitarnya dengan desa desa di seberang sungai ciasem yaitu desa Situsari dan Desa Margasari. Tiap hari aktifitas warga yang pergi ke subang kota atau ke sekolah, bisa menyingkat waktu karena rute jalan jadi lebih dekat. Motor bebas menyeberang di atas bantaran sungai di atas jembatan beton yang megah.


Fungsi lainnya yaitu sebagai sarana rekreasi keluarga. Dengan dibangunnya prasarana penunjang seperti pertamanan, jalan-jalan kecil dari paving block di sepanjang area bendung, dengan lampu-lampu taman dan bangku-bangku tempat duduk, menjadikan Bendung leuwi nangka di datangi banyak pengunjung lokal setiap sore hari dan pada hari-hari libur. Pengunjung yang datang berpasangan atau sekeluarga itu datang untuk makan-makan sambil melihat pmandangan alam atau hanya sekedar berselfi.

 

Meskipun pada awalnya, sarana pertamanan itu di bangun sebagai sarana penunjang saja agar tidak jenuh, namun pihak pengelola Bendung Leuwi Nangka dalam hal ini PJT (Perus Jasa Tirta) tetap melakukan pemeliharaan pertamanan agar terpelihara. Ada petugas khusus selain POB (Petugas Operator Bendung) yang ditugaskan untuk mengurus pertamanan setiap harinya dari PJT.

 

Bendung Leuwi nangka memang sudah seratus persen selesai dan sudah beroperasi dengan baik. Tapi untuk pembangunan keseluruhannya masih direncanakan dalam tahap selanjutnya yaitu tahap finishing. Pihak PJT masih menunggu dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum sebagai pemegang proyek untuk proyek selanjutnya. Begitu terang H. Rohim pada Jabar Publisher.co (RN)