Artikel, JPMN – Bambang Ernawan, seniman lukis dan pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB), menggelar pameran tunggal pertamanya sejak mengabdikan diri di dunia seni dan pendidikan. Meski namanya mungkin kurang dikenal di kalangan publik, Bambang merupakan sosok penting bagi banyak pelukis Indonesia, khususnya alumni seni lukis FSRD ITB.
Bambang lahir di Cikampek, Jawa Barat, pada tahun 1954. Pada tahun 1974, ia bergabung dengan Jurusan Seni Lukis, FSRD ITB, dan menjadi bagian dari angkatan pertama ketika program magister FSRD dibentuk. Sejak saat itu, ia bukan hanya berkarir sebagai seniman, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan seni lukis, menjadi pengajar tetap di Studio Seni Lukis FSRD ITB.
Bagi rekan-rekan sejawat dan mahasiswa yang pernah belajar darinya, Bambang adalah sosok yang tak terlupakan. Meskipun lebih fokus pada pendidikan seni, Bambang tetap aktif dalam dunia pameran seni. Sejak tahun 1980-an, ia telah berpartisipasi dalam berbagai pameran, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Pada tahun 2006, Bambang berhasil meraih penghargaan untuk 50 karya terbaik di Jawa Barat. Ia juga mengikuti sejumlah pameran bergengsi seperti Manifesto di Galeri Nasional. Selain itu, karya-karyanya juga telah dipamerkan di luar negeri, termasuk di Jerman pada tahun 2001 dan Korea Selatan pada tahun 1997.
Pameran tunggal ini menjadi titik balik dalam perjalanan karir Bambang Ernawan, sebuah perayaan atas dedikasinya selama puluhan tahun di dunia seni rupa. Melalui karyanya, ia menunjukkan bahwa pendidikan dan seni dapat berjalan beriringan, membentuk generasi baru seniman dengan semangat dan visi yang kuat.
Pameran ini tak hanya menjadi ajang untuk mengenal lebih jauh sosok Bambang Ernawan, tetapi juga sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam dunia seni lukis di Indonesia. Dengan pengalaman dan kontribusi yang begitu besar, nama Bambang Ernawan akan terus dikenang dan menginspirasi para pelukis muda di masa depan.












