
Menapaki pekarangan kantor desa Leles, terasa hangat dan asri. Papan-papan informasi dan kegiatan terpasang rapih dan ditata, serta terisi dengan data-data yang tertulis jelas pertanggal dan jenis kegiatannya. Unsur dan aparatur desa ditulis di papan lain. Penataan kantor terlihat apik dan bersih.
Aparat dan perangkat Desa dari mulai kaur-kaur, Sekdes, Linmas, Ibu-Ibu PKK, Kader Posyandu dan Karang Taruna Desa menempati posnya masing-masing, membuat suasana lingkungan Desa terasa hangat dan memiliki etos kerja yang tertib.
“Suasana seperti ini bukan hari ini saja Bu. Tapi setiap hari selama hari kerja. Sebelum habis jam kerja, semua aparat tetap berada di tempat kerjanya masing-masing. Ketua RT, Ketua RW bahkan masyarakat yang berkepentingan selalu berdatangan dengan bebas untuk mengemukakan segala permasalahan atau berkoordinasi tentang program dan kegiatan. Semua saya layani dengan cara kekeluargaan. Kantor Desa ini kan rumah buat mereka. Saya adalah Bapaknya. Jadi mereka tak ada rasa sungkan untuk datang dan bertemu dengan kami disini. Semua kami layani!” Begitu pernyataan Pak Ade ketika diminta konfirmasi.
Ditanya soal komoditi atau mata pencaharian yang menjadi tolok ukur perekonomian di desa Leles, Kepala Desa Ade Kusmana menerangkan bahwa Desa Leles monoton dengan matapencaharian bertani/bercocok tanam.
“Disini kan tidak ada industri, atau produksi lain selain mengandalkan bertani. Hanya saja, karena pengairan cukup lancar, bertani disini tidak mengenal musim. Makanya untuk sumber pendapatan, tidak ada sumber pendapatan desa yang bisa diandalkan. Kami membangun semua sarana dan prasarana murni dari hasil gotong royong masyarakat dan memanfaatkan antuan-bantuan dari pemerintah. Cuma itu saja! Ya, diatur sebisa mungkin agar bisa bermanfaat untuk pembangunan dan kebutuhan lainnya sesuai posnya!” terang Ade.
Penataan bangunan yang rapi, apik dan lengkap di seputar wilayah kantor Desa seperti kantor karang taruna, kantor PKK, Gor serbaguna yang berdiri cukup megah dan kokoh di sebelah utara bangunan kantor Desa menjadikan Desa Leles memiliki nilai plus dalam segi pemanfaatan dana untuk pembangunan. Ditambah lagi dengan lumayan mulusnya jalan-jalan desa yang beraspal cukup baik di sepanjang jalan-jalan di desa Leles membuktikan bahwa Ade Kusmana cukup bagus dalam menjalankan roda kepemimpinannya.
Tidak ada gading yang tak retak. Mungkin ada segi kekurangan Desa Leles dan sosok Kepala Desa Ade Kusmana yang cukup ramah, familier dan cukup memperhatikan warga-warganya. Sikapnya yang terbuka dan apa adanya membuatnya menjadi sosok open leader bagi aparatur desa dan masyarakatnya.
“Banyak suara-suara sumbang saya terima. Saya amini itu sebagai resiko dari seorang pemimpin. Tapi saya sudah mencoba semampu saya membawa Leles pada keadaan yang mandiri dan sejahtera sesuai kemampuan masyarakat di sini!” Ade Kusmana mengakhiri bincang-bincang santai dengan Jabar Publisher. (JP)










