Artikel, JPMN – Pada 9 September 1950, sebuah tonggak sejarah penting dalam pertahanan maritim Indonesia tercipta dengan pembentukan resmi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) di Surabaya. Sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang luas, pembentukan ALRI menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam upaya memperkuat kedaulatan Indonesia di lautan.
Pembentukan ALRI ini merupakan kelanjutan dari upaya konsolidasi kekuatan pertahanan Indonesia setelah kemerdekaan, di mana sebelumnya Indonesia hanya memiliki armada laut yang terbatas dan kurang terorganisir. Dengan didirikannya ALRI, Indonesia kini memiliki angkatan laut yang terstruktur dan siap untuk menjalankan tugas-tugas pertahanan, menjaga keamanan perairan, serta melindungi kepentingan nasional di laut.
Upacara peresmian ALRI diadakan di pangkalan utama ALRI di Surabaya, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting militer dan pemerintahan. Dalam upacara tersebut, disampaikan tekad kuat dari para perwira dan prajurit ALRI untuk mengabdikan diri demi menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah laut Indonesia. Armada pertama ALRI terdiri dari kapal-kapal yang sebelumnya digunakan oleh Belanda, yang kemudian dioperasikan oleh para pelaut Indonesia yang telah dilatih dengan baik.
Sejak pembentukannya, ALRI terus berkembang menjadi kekuatan maritim yang disegani, memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas regional dan melindungi kepentingan Indonesia di laut. Pembentukan ALRI pada tahun 1950 ini menjadi simbol kebangkitan kekuatan pertahanan maritim Indonesia, sekaligus menandai era baru dalam sejarah militer Indonesia di lautan.










