Tingkatkan Layanan Cloud, IBM Tambahkan Sejumlah Server di Inggris

oleh
oleh

Tahun 2016 boleh jadi merupakan tahun paling dinamis bagi Inggris, pasalnya negara ini sempat mengalami gejolak politik lantaran ingin lepas dari Uni Eropa atau yang kita kenal dengan istilah BREXIT (British Exit). Walaupun negara tersebut telah mengalami gejolak politik, namun hal itu tidak menurunkan minat investor untuk menjalankan bisnis di negara kerajaan tersebut.

Sejumlah perusahaan asal AS bahkan lebih giat dalam menanamkan modal usahanya di sana. Salah satunya adalah Facebook, perusahaan penyedia layanan jejaring sosial tersebut itu bahkan baru saja membuka kantor cabang mereka dan kini telah mempekerjakan sedikitnya 500 orang karyawan di kawasan Inggris Raya. Tidak hanya Facebook, bahkan perusahaan mesin pencari raksasa, Google juga dikabarkan tengah menyiapkan bangunan kantor baru di kawasan London dan siap untuk menampung ribuan karyawan di sana.

Sebagai salah satu perusahaan komputasi raksasa, IBM baru-baru ini telah menambahkan 4 buah data center baru untuk ditempatkan di Inggris. Sebelumnya, Inggris telah memiliki dua buah data center  yang telah beroperasi dan digunakan untuk melakukan sejumlah kegiatan bisnis di Inggris sejak tahun 2014 lalu. Server-server tersebut telah digunakan untuk melayani 15 buah fasilitas yang ada. Seperti yang kami kutip dari The Whir, IBM yang sering dijuluki sebagai ‘si raksasa biru’ itu kabarnya telah menghabiskan dana lebih dari $1,2 milyar atau rata-rata $80 juta untuk setiap fasilitas tersebut di seluruh dunia.

Melalui rilis persnya, IBM juga telah mengumumkan bahwa pihaknya kini telah mampu menyediakan layanan cloud untuk kalangan industri dan perusahaan yang mampu mendukung pemindahan data workload ke cloud dengan cepat dan mudah. Untuk memberikan layanan ini IBM tidak sendirian, ia telah menggandeng VMWare, perusahaan asal Amerika yang memiliki segudang portofolio dan pemegang pangsa pasar untuk aplikasi virtualisasi.

Kolaborasi antara IBM dan VMWare telah sukses mengatasi salah satu permasalahan umum yang kerap muncul di lingkungan industri dengan memperluas workload dari lingkungan on-premises ke lingkungan cloud tanpa harus menyusun dan merancang kembali arsitektur aplikasi maupun kebijakan keamanan yang sudah ada.

Sementara itu, data center IBM yang ada di Inggris saat ini telah memiliki dukungan kemampuan teknologi artificial intelligence (AI) buatan IBM sendiri bernama IBM Watson, teknologi ini telah digunakan oleh Thomson, perusahaan transportasi terbesar di Inggris dan TUI Group, perusahaan travel and tourism multinasional yang berbasis di Jerman, yang memanfaatkan teknologi AI IBM Watson untuk menjalan sebuah chatbot yang bisa memberikan saran bagi para wisatawan atau turis mengenai destinasi tujuan wisata saat berada di kota-kota tertentu.

Teknologi AI IBM Watson telah dianggap mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan dan menjadi ‘solusi kognitif’ bagi IBM lantaran telah berhasil menyumbang 22 persen dari total pemasukan IBM ditengah lesunya bisnis teknologi konvensional seperti layanan konsultasi ataupun bisnis lain, sehingga saat ini ‘si raksasa biru’ itu lebih fokus untuk menyediakan layanan komputasi awan atau yang kita kenal dengan istilah cloud computing.

Sumber: The Whir