Teknologi 5G Membuka Peluang Baru Bagi Nelayan Gorontalo

oleh
oleh
Telkomsel-ZTE melakukan Implementasi 5G inovatif di sektor maritim dan terbukti bisa meningkatkan hasil laut di Gorontalo Hingga 11%. Foto: Telkomsel
Telkomsel-ZTE melakukan Implementasi 5G inovatif di sektor maritim dan terbukti bisa meningkatkan hasil laut di Gorontalo Hingga 11%. Foto: Telkomsel

Gorontalo, JPMN – Gorontalo, sebuah provinsi yang kaya akan potensi maritim, kini mendapatkan manfaat besar dari kolaborasi antara Telkomsel dan ZTE Corporation dalam memperkenalkan teknologi baru yang mengubah cara nelayan bekerja. Dengan pengujian teknologi di Mobile World Congress (MWC) 2023 di Barcelona pada tanggal 27 Februari lalu, Telkomsel dan ZTE berhasil menghadirkan solusi inovatif yang disebut MarineMobile.

MarineMobile merupakan solusi komunikasi seluler jangkauan jarak jauh yang memberikan bantuan signifikan bagi nelayan, membantu mereka mengatasi berbagai tantangan operasional di laut. Peningkatan kapabilitas jaringan 5G berbasis pita frekuensi 2.3 GHz menjadi kunci utama yang memungkinkan jangkauan layanan broadband yang lebih luas untuk kawasan maritim.

Direktur Network Telkomsel, Nugroho, menjelaskan bahwa melalui peningkatan kualitas dan perluasan cakupan jaringan broadband di wilayah maritim Gorontalo, menggunakan perangkat radio 5G dari ZTE dengan teknologi Antena Aktif, nelayan kini dapat mengakses MarineMobile untuk mendukung aktivitas mereka. Jangkauan cakupan yang mencapai 72 km untuk 2G GSM, 69 km untuk 4G/LTE, dan 60 km untuk 5G di laut terbuka, memberikan akses yang luas bagi nelayan untuk menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Dampak dari implementasi MarineMobile sangat signifikan. Nelayan tidak hanya dapat mengakses prakiraan cuaca, menentukan lokasi penangkapan ikan optimal, melacak GPS, tetapi juga memiliki akses real-time ke pembeli langsung di pasar ikan. Ini tidak hanya meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, tetapi juga mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan dengan penangkapan ikan yang lebih presisi.

Potensi besar dari industri maritim di Indonesia menjadi sorotan utama. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2022, potensi Sumber Daya Ikan (SDI) di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) mencapai sekitar 12,01 juta ton per tahun. Dengan demikian, kemampuan Indonesia untuk bersaing di bidang teknologi maritim menjadi krusial.

Direktur Network Telkomsel, Nugroho, menekankan bahwa MarineMobile mengintegrasikan teknologi Massive MIMO dan fitur cakupan Ultra 5G, menggunakan perangkat ZTE i5GC, dan mendukung solusi backhaul jaringan fleksibel. Dengan latensi rendah dan throughput besar hingga 250 Mbps, solusi ini memberikan kemampuan komunikasi tanpa hambatan bahkan di lingkungan laut yang paling menantang.

Provinsi Gorontalo, menurut data BPS tahun 2020, terbukti sebagai salah satu wilayah potensi maritim besar di Indonesia dengan sumber daya kelautan mencapai 115.812 ton senilai IDR 2,643 miliar setiap tahun. Keberhasilan implementasi teknologi ini membuka peluang baru bagi nelayan Gorontalo, memperkuat peran Indonesia dalam persaingan teknologi maritim global.