BANDUNG, JPMN – Liga 1 2023/2024, salah satu ajang kompetisi sepak bola terkemuka di Indonesia, secara resmi ditunda selama satu bulan. Penundaan ini tidak hanya menjadi sorotan bagi para penggemar, tetapi juga memberikan peluang bagi para pemain untuk memanfaatkannya sesuai kebutuhan masing-masing.
Salah satunya adalah Ryan Kurnia, pemain sayap Persib Bandung, yang melihat masa jeda ini sebagai kesempatan untuk memulihkan cederanya.
Ryan Kurnia mengalami cedera saat latihan menjelang pertandingan melawan Bhayangkara FC beberapa waktu lalu. Meskipun kondisinya sudah membaik, namun cedera hamstring yang dideritanya membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
Oleh karena itu, penundaan Liga 1 menjadi berita baik bagi Ryan, karena ia memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada proses pemulihan bersama fisioterapis Persib, Benidektus Adi Prianto.
“Saya pribadi positif. Karena saya sedang menjalani pemulihan, perlu waktu untuk bisa kembali bergabung tim,” ungkap Ryan, menunjukkan sikap optimisnya dalam menghadapi proses pemulihan ini.
Selain bekerja sama dengan fisioterapis, Ryan juga memanfaatkan waktu libur tim selama tiga hari untuk melakukan pemulihan lebih intensif. Ia memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya di Bandung sambil beristirahat. Menurutnya, momen bersama keluarga ini sangat penting dalam proses penyembuhan.
“Waktu libur tim saya manfaatkan untuk pemulihan di Bandung. Nanti mungkin liburan saat kondisi sudah lebih baik dan momen Idul Fitri di Bogor,” jelasnya.
Keputusan Ryan untuk fokus pada pemulihan cederanya di tengah penundaan Liga 1 menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan kesiapan fisiknya. Dia tidak hanya memperhatikan kebutuhan timnya, tetapi juga mengutamakan kesejahteraan dirinya sendiri.
Dengan semangat dan ketekunan seperti ini, diharapkan Ryan Kurnia dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali beraksi di lapangan dengan performa terbaiknya. Penundaan Liga 1 tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga kesempatan bagi para pemain untuk tumbuh dan berkembang, baik dari segi fisik maupun mental.








