Artikel, JPMN – Pondok Pesantren Assalafie terletak di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pesantren ini didirikan pada tahun 1966 oleh Almaghfurlah KH Syaerozie, yang merupakan keturunan langsung dari pendiri pesantren Babakan Ciwaringin, Raden Syaikh Hasanuddin. Keberadaan Pondok Pesantren Assalafie merupakan pengembangan dari pendidikan agama Islam yang telah ada di daerah tersebut, mengingat Babakan Ciwaringin adalah lembaga pesantren tertua dan terbesar di Jawa Barat.
Tujuan Pendidikan
Pesantren ini didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan agama, serta mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Visi dan misi Pondok Pesantren Assalafie mencakup upaya untuk mengkader generasi muda yang berilmu, beriman, bertaqwa, dan berakhlaqul karimah. Pendekatan pendidikan karakter dijadikan ciri khas dalam proses belajar mengajar di pesantren ini, sehingga diharapkan tercipta generasi muslim yang peduli terhadap agama dan bangsa.
Metode Pembelajaran
Di Pondok Pesantren Assalafie, metode pembelajaran yang digunakan merupakan kombinasi antara sistem pendidikan salaf (tradisional) dan kholaf (modern). Prinsip ini diacu dari kaidah “Al-muhafadzotu ‘ala as-salafis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah,” yang berarti menjaga tradisi lama yang baik sambil mengadopsi metode baru yang lebih efektif. Program pendidikan yang ditawarkan mencakup pengajian di Madrasah Diniyah Assalafie (MDA) dan pendidikan formal di Madrasah Tsanawiyah NU Assalafie (MTs NUSA) serta Madrasah Aliyah NU Assalafie (MA NUSA).
Jumlah Santri dan Program Unggulan
Saat ini, Pondok Pesantren Assalafie memiliki sekitar 2000 santri. Santri tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu santri yang mengikuti kurikulum pesantren tanpa pendidikan formal dan santri yang terdaftar di sekolah formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Program unggulan di pesantren ini mencakup metode Auzan untuk penguasaan kitab kuning secara cepat dan metode Ilhamqu untuk menghafal Al-Qur’an secara praktis.
Ekstrakurikuler dan Kegiatan Santri
Selain pembelajaran agama, santri di Pondok Pesantren Assalafie juga dibekali dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut mencakup olahraga, bahasa internasional, wirausaha, organisasi, jurnalistik, dan seni budaya. Beberapa wadah kegiatan santri dan alumni di lingkungan pondok ini termasuk Badan Kreativitas Santri Assalafie (BAKREAS), Badan Informasi & Penerbitan Assalafie (BIPA), dan Lembaga Amil Zakat Infaq, Sedekah & Wakaf Qinthorul Barokah (LAZISWA QB).
Kepemimpinan dan Struktur Organisasi
Pondok Pesantren Assalafie dipimpin oleh Dewan Pengasuh yang terdiri dari putra dan menantu Almaghfurlah KH Syaerozie Abdurrohim. Struktur kepengurusan pesantren mencakup Dewan Pengasuh, Dewan Konsultan, Dewan Pengurus Harian, Departemen dan Lembaga, Pengurus Asrama, serta Pembimbing Santri. Sistem asrama untuk santri putra dan putri juga diatur dalam beberapa area dengan nama yang mencerminkan program masing-masing.
Penutup
Dengan mengedepankan kombinasi antara tradisi dan inovasi, Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin berupaya mencetak generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman. Pesantren ini menjadi salah satu contoh lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Islam di Indonesia.










