, ,

AS Tuding Indonesia Jadi Pangkalan Militer China, Menlu Buka Suara

oleh
oleh
Menlu indonesia
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyelenggarakan konferensi pers secara virtual dari Jakarta, Jumat 4 September 2002. /Dok. Kemlu RI

JPOL – Pentagon Sebagai Badan Pertahanan Amerika Serikat(AS) menyebutkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang telah dipertimbangan oleh China untuk dijadikan pangkalan militer China.

Hal tersebut dikemukakan oleh Pentagon pada rapat Kongres AS yang digelar pada 1 September 2020 lalu, dalam laporan itu disebutkan bahwa China tengah berupaya dalam membangun jaringan logistik di sejumlah wilayah di kawasan Samudera Hindia.

Pentagon menyebutkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negera yang dipertimbangkan oleh Beijing untuk menjadi pangkalan logistik.

Informasi itu tertuang pada salah satu laporan Pentagon yang berjudul “Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2020” dimana disana tertulis bahwa China berencana untuk membangun jaringan militernya di Asia Pasifik.

Dilaporkan Nikkei Asian Review, Rabu 2 September 2020, dalam laporan setelah 200 halaman itu, China menganggap Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, dan negara-negara lain di Afrika dan Asia Tengah sebagai lokasi yang tepat untuk merealisasikan agenda tersebut.

Pemerintah China sendiri mengecam laporan Pentagon yang juga menyebut bahwa China ingin menambah dua kali lipat hulu ledak nuklir dalam satu dekade ke depan.

Laporan tersebut mengungkap bahwa China telah menyamai atau melampaui kekuatan militer AS di beberapa bidang pertahanan.

Kementerian Pertahanan China menegaskan bahwa laporan itu sama sekali salah tafsir serta mencemarkan nama baik militer China.

Pemerintah China mengatakan laporan tersebut adalah contoh terbaru dari ketakutan AS untuk membenarkan anggaran militernya sendiri sebagai yang tertinggi di dunia.

Sementara itu, merespon tudingan AS tersebut, seperti dikutip di Warta Ekonomi pada artikel “Geger RI Jadi Pangkalan Militer China, Retno Tangkis Pentagon,” dengan sindikasi konten dari Okezone, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi tegas memberikan bantahannya.

Menlu Retno tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menjadi basis atau pangkalan militer negara mana pun.

Pada pengarahan kepada media, Menlu Retno mengatakan Kemlu RI telah membaca laporan Pentagon tersebut dan menyatakan Indonesia tidak akan dapat dijadikan basis militer RRT, atau negara mana pun.

“Secara tegas saya ingin menekankan bahwa sesuai dengan garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia, maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun,” jelasnya, Jumat 4 September 2020.

Selain Indonesia, laporan Pentagon juga menyebutkan sejumlah negara lain di Asia dan Afrika yang mereka yakini dipertimbangkan Beijing sebagai lokasi pangkalan militer, di antaranya Myanmar, Pakistan, Kamboja, Vanuatu, dan Kepulauan Solomon.

Sumber: Pikiran-Rakyat.com