KPU Diancam Bom, Ketua KPU Di Amankan

oleh
oleh

27783256_10209482314728951_992225288_n

Pagi hari Jumat, 9 pebruari 2018, di Jl. KS.Tubun Subang tepatnya di depan gedung KPU, Sekumpulan massa melakukan orasi dengan cara damai. Menuju ke gedung KPU. Namun kemudian suasana mulai tidak kondusif, massa melakukan aksi anarkis dengan mencoba menerobos barikade polisi bahkan melakukan perlawanan kepada polisi.

Polisi yang telah siap siaga langsung menggunakan tameng untuk bertahan, sehingga massa tidak dapat merengsek masuk ke garis yang telah ditentukan polisi. Aksi damai mulai rusuh tidak terkendali. Massa mengadakan perlawanan dan keributan.

Bentrok tidak dapat dihindarkan, massa pendemo melakukan pelemparan kepada polisi sehingga polisi membalas dengan tembakan gas air mata. Tim Gagana Polda Jabar pun diturunkan untuk menjinakkan bom karena dalam aksi demonstrasi tersebut ditemukan bom yang mengancam gedung KPU. Ketua KPU pun diamankan pihak kepolisian.

Kejadian tersebut bukan nyata, tapi terjadi dalam simulasi penanganan demonstrasi jelang penetapan Calon Bupati/Wakil Bupati di  Pilkada Subang 2018.

“Tahapan kampanye semakin dekat kurang dari seminggu. Untuk itu, kami melakukan persiapan melaksanakan simulasi untuk penanganan jika terjadi demontrasi dampak pelaksanaan Pilkada,” kata Kapolres Subang AKBP Muhamad Joni.

Simulasi pengamanan ini dilaksanakan oleh  anggota Polres Subang dengan melibatkan satuan Dalmas,Brimob, paskhas AU Kodim 0605/Subang.

Sistem pengamanan dirancang dilakukan dengan persuasif, namun tidak menutup kemungkinan dilakukan seperti yang terjadi dalam latihan yang diperagakan anggota polres Subang, brimob, Dalmas dan gabungan unsur TNI. AKBP Muhammad Joni mmberikan keterangan.

“Sistem pengamanan itu, tergantung dinamika masyarakat. Namun, kami mengutamakan sikap persuasif. Prosedur tetap juga harus ada, karena itu kami akan melakukan pengamanan sesuai standar pengamanan, bila aman bagaimana dan bila eskalasinya naik, maka polisi harus bagaimana,” ucap Kapolres.

Kapolres mengatakan, sistem pengamanan dengan prepentif juga akan dilakukan sesuai prosedur standar pengamanan, sehingga dapat dipastikan tidak akan menimbulkan korban jiwa.

“Semua peralatan yang kami gunakan standar, amunisinya bukan dari peluru tajam,” terang Kapolres.

Kapolres menambahkan pilkada di Subang masih diprediksi akan berjalan dinamis. Untuk itu, upaya yang akan dilakukan ke depan masih memprioritaskan pengamanan dengan sistem persuasif” Pungkasnya. ( Jabar Publisher)