KKNM Universitas Subang 2025: Kelompok 13 Paparkan Program Inovatif di Lokakarya I Desa Cidadap

oleh
oleh

Subang, JPMN – Mahasiswa Kelompok 13 KKNM Universitas Subang Tahun 2025 secara resmi telah melaksanakan kegiatan Lokakarya I sebagai rangkaian awal program pengabdian masyarakat di Desa Cidadap, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan rencana program kerja, membangun koordinasi dengan pemerintah desa, serta menyampaikan hasil sementara dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan sejak awal penempatan.

Lokakarya ini mengusung tema besar KKNM Universitas Subang Tahun 2025:“Sinergi Universitas Subang dan Masyarakat dalam Membangun Desa Masagi melalui Program Kampus Berdampak Guna Mendukung Gerakan Subang Ngabret”.Tema tersebut menggambarkan semangat kolaborasi antara kampus dan masyarakat desa untuk bersama-sama menciptakan desa yang mandiri, lestari, dan berdaya saing.Acara ini dihadiri oleh 15 Mahasiswa KKNM, Dosen Pembimbing Lapangan Titin Kartini, SE., MM, Kepala Desa Cidadap Taswan Sucipto , Aparat Desa Cidadap, RT/RW, Tokoh Masyarakat, Ibu-ibu PKK, Kader Kesehatan, Karang Taruna Desa Cidadap, BABINSA, serta unsur lain yang turut menjadi mitra dalam pelaksanaan KKNM. Dalam kesempatan ini, mahasiswa memperkenalkan diri serta memaparkan lima program kerja utama yang akan dijalankan selama masa pengabdian di Desa Cidadap, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Dalam presentasinya, mahasiswa Kelompok 13 memaparkan tiga program kerja utama yang tengah dijalankan, yakni:

1. Program Biopori (Bidang Lingkungan dan Pertanian)Tujuan utama dari program ini juga mencakup upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia dengan menyediakan alternatif berupa pupuk kompos hasil dari biopori. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan hasil pertanian secara ekonomis dan ekologis. Lebih dari itu, program biopori diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus membentuk pola pikir yang lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri. Implementasi program ini menjadi bagian dari visi besar membangun Desa Masagi, yakni desa yang tangguh dan mandiri secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.

2. Sosialisasi Anti Narkoba dan Pergaulan Bebas (Bidang Pendidikan SMP)Program ini juga bertujuan untuk membangun ketahanan diri (self-defense) siswa secara mental dan moral, dengan memperkuat nilai-nilai positif seperti kepercayaan diri, tanggung jawab, dan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, siswa memiliki pemahaman yang lebih baik serta mampu menjaga diri dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.Sosialisasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam upaya pencegahan dini terhadap perilaku menyimpang di kalangan remaja desa, sejalan dengan misi KKNM dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, sadar hukum, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungannya.

3. Sosialisasi Stop Bullying dan Menjaga Kebersihan (Bidang Pendidikan SD)Program ini difokuskan pada peningkatan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap dua isu penting yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, yaitu bullying (perundungan) dan kebersihan diri maupun lingkungan. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa/i di SDN Cidadap, SDN Bumi Asih, dan SDN Binakarya, dengan harapan membentuk karakter anak sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang berempati, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan.Sosialisasi mengenai bullying bertujuan untuk menjelaskan arti bullying, bentuk-bentuknya (verbal, fisik, sosial), serta dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkannya terhadap korban. Mahasiswa menyampaikan bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman bukanlah hal yang sepele, melainkan bisa melukai dan meninggalkan trauma. Materi ini dikemas dengan bahasa sederhana, contoh nyata, dan permainan edukatif, agar siswa mudah memahami dan tertarik mengikuti kegiatan.

4. Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting (Bidang Kesehatan)Program edukasi ini dirancang sebagai upaya penyadaran dan pencegahan stunting di kalangan masyarakat Desa Cidadap, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua yang memiliki balita. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang, dan jika tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kecerdasan anak di masa depan.

5. Pemanfaatan Teknologi Digital untuk UMKM (Bidang Ekonomi dan Teknologi)Program ini bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM di Desa Cidadap agar dapat berkembang secara adaptif di era digital. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, program ini difokuskan untuk menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMKM desa, seperti terbatasnya promosi, pemasaran konvensional, dan kurangnya pemanfaatan teknologi. Sesi diskusi bersama masyarakat menjadi bagian penting dari Lokakarya I.

Salah satu warga yang telah mencoba membuat biopori menyampaikan antusiasmenya, namun juga berharap ada pendampingan lanjutan dalam pengelolaan hasil biopori. Di sisi lain, beberapa pelaku UMKM lokal menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat membantu mereka memperluas pasar melalui media digital.Kepala Desa Cidadap menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam membangun Desa. Beliau juga berkomitmen mendukung penuh implementasi program-program tersebut, termasuk menginstruksikan pembuatan lubang biopori di setiap RT sebagai contoh nyata keberlanjutan program lingkungan.

Dosen Pembimbing Lapangan, Titin Kartini, SE., MM, mengapresiasi keterlibatan aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung kegiatan mahasiswa. “Sinergi yang baik akan menjadi fondasi keberhasilan KKNM sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pembangunan desa,” ujarnya.[Rls]