Berita, JPMN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang menyelenggarakan Debat Publik Perdana bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Subang 2024 di Balai Dahana Subang pada Minggu malam, 27 Oktober 2024.
Acara debat ini dihadiri oleh tiga pasangan calon: H. Ruhimat dan Aceng Kudus dengan julukan “Jimat Aku,” Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bersama Agus Masykur Rosyadi yang mengusung nama “Religius,” serta pasangan Asep Rochman Dimyati dan Lina Marliana dengan sebutan “Aslina.”
Vica Azizah bertindak sebagai pembawa acara, sementara Tresia Wulandari menjadi moderator debat. Tema yang diangkat dalam debat ini adalah “Optimalisasi Pembangunan Ekonomi Subang untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pemanfaatan Potensi Daerah dan Pengelolaan Pemerintahan yang Efektif dan Transparan.”
Dalam debat kali ini, terdapat lima panelis yang memberikan pandangan dan pertanyaan kepada para kandidat, meskipun seharusnya ada tujuh panelis yang hadir. Dua panelis berhalangan hadir. Kelima panelis yang hadir adalah Pakar Hukum Tata Negara Nandang Thoyib, Rektor Universitas Mandiri Subang Dr. Asep Priatna, Direktur Program Pascasarjana STAI Miftahul Huda Pamanukan Dr. Adudin Alijaya, Ketua STAI Riyadul Jannah Dr. Endah Robiatul Adawiyah, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Subang Dr. Ujang Chandra.
Ketua KPU Subang, Abdul Muhyi, menyampaikan apresiasinya terhadap kelancaran acara debat ini. Menurutnya, debat ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi para pasangan calon untuk mempresentasikan profil, visi, misi, dan program kerja mereka.
“Dengan kegiatan ini, semoga masyarakat Subang bisa memahami profil, visi, misi, dan rencana kerja setiap pasangan calon secara komprehensif,” ujar Muhyi kepada media.
Lebih lanjut, Muhyi berharap apa yang disampaikan dalam debat dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat Subang dalam memilih calon pemimpin yang akan memegang amanah di masa mendatang.
“Mudah-mudahan, melalui debat ini, masyarakat dapat memilih pemimpin yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Subang,” pungkas Muhyi.












