JPOL-Luciano Leandro mengatakan Maroko menjelma menjadi tim kuda hitam di perhelatan Piala Dunia 2022. Mereka tampil memukau di sepanjang fase grup.
Achraf Hakimi dkk. sukses menahan imbang Kroasia tanpa gol, kemudian mengandaskan Belgia 2-0, lalu mengalahkan Kanada dengan skor 2-1 pada matchday terakhir.
“Maroko membuat kejutan besar di Piala Dunia tahun ini, mereka bermain sepak bola, di mana penguasaan bola bukan prioritas. Mereka bertahan di garis rendah, tim yang hanya kebobolan satu gol di ajang ini. Saat lawan Spanyol mereka menunjukkan daya juang yang luar biasa,” ujar Luciano Leandro kepada Bola.com, Kamis (8/12/2022) pagi.
“Ini menunjukkan kerja hebat mereka di bagian pertahanan, mereka mengeksploitasi transisi ofensif dengan sangat cepat dan mereka kembali dengan cepat setelah kehilangan penguasaan bola,” sambungnya.
Pertemuan kedua tim sebetulnya terbilang sangat jarang di pentas Piala Dunia. Maroko dan Portugal hanya pernah bertemu dua kali di fase grup Piala Dunia.
Pertama pada 1986 yang dimenangkan Maroko dengan skor 3-1. Terakhir di Rusia 2018, giliran Portugal menang 1-0 via gol tunggal Cristiano Ronaldo.
Artikel ini telah terlebih dahulu ditulis oleh Bola.com










